Lewati ke konten utama

PLN Terangi 128 Desa di Pelosok Papua, 199 Desa Lain Jadi Target Elektrifikasi hingga 2027

Redaksi Fajar PapuaPenulis
21.39 WIT4 menit baca5 dibaca
Petugas PLN melakukan pekerjaan kelistrikan di salah satu desa terpencil di Tanah Papua sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri.
Petugas PLN melakukan pekerjaan kelistrikan di salah satu desa terpencil di Tanah Papua sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri.Foto / Papua Tengah
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – PT PLN (Persero) terus memperluas pemerataan akses listrik di Tanah Papua. Hingga Oktober 2026, PLN berhasil melistriki sebanyak 128 desa terpencil yang tersebar di Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya melalui program Listrik Desa (Lisdes).

Capaian tersebut menjadi bukti komitmen PLN dalam menghadirkan keadilan energi hingga ke wilayah pelosok, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik.

Untuk mendukung elektrifikasi 128 desa tersebut, PLN telah membangun infrastruktur ketenagalistrikan secara masif. Pembangunan itu meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 742,58 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 286,71 kms, serta pemasangan gardu distribusi dengan total kapasitas mencapai 7.450 kilovolt ampere (kVA).

Capaian PLN tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew. Ia menilai perluasan akses listrik di Tanah Papua merupakan kemajuan signifikan dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur energi, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil.

"Kami mengapresiasi capaian PLN yang hingga tahun 2026 ini telah melistriki 128 desa di empat provinsi di Tanah Papua. Ini merupakan kemajuan yang patut kita dukung, terutama dalam membuka akses energi bagi masyarakat di wilayah terpencil," ujar Cheroline, Jumat (30/10/2026).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Papua Barat tersebut menegaskan, kehadiran listrik bukan sekadar memberikan penerangan bagi rumah warga, tetapi juga menjadi kebutuhan mendasar untuk mendorong kemajuan berbagai sektor kehidupan.

Menurutnya, akses listrik yang memadai akan mendukung aktivitas belajar anak-anak, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat di kampung-kampung.

"Kami melihat perluasan akses listrik ini sebagai salah satu bentuk kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Harapannya, listrik yang hadir tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga mendukung pendidikan anak-anak, pelayanan kesehatan, dan menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat setempat," tegasnya.

199 Desa Jadi Target Elektrifikasi Berikutnya

Pemerataan akses listrik di Tanah Papua dipastikan terus berlanjut. PLN telah menyiapkan program elektrifikasi lanjutan untuk 199 desa yang tersebar di enam provinsi, yakni Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Program tersebut ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2027 sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat yang belum menikmati akses energi.

Namun, kondisi geografis Tanah Papua yang memiliki bentang alam luas, medan berat, serta keterbatasan infrastruktur transportasi menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program tersebut.

Karena itu, Cheroline mengingatkan pentingnya efisiensi perencanaan serta penguatan koordinasi antara PLN dan pemerintah daerah (Pemda), terutama dalam memastikan data desa dan dusun yang belum teraliri listrik.

"Pemda memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi wilayah serta kampung dan dusun yang belum berlistrik. Penyelarasan data antara PLN dan Pemda perlu diperkuat agar perencanaan dan penetapan sasaran benar-benar sesuai kondisi lapangan," tambahnya.

Selain pembangunan jaringan listrik konvensional, Cheroline juga mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala mikrohidro.

Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan dapat menjadi solusi strategis untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama kampung-kampung terpencil di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan komitmen PLN untuk terus mengatasi berbagai tantangan geografis demi menghadirkan listrik hingga ke pelosok Bumi Cenderawasih.

"Keberhasilan melistriki 128 desa hingga tahun ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam menghadirkan terang hingga ke ujung negeri. Kami menyadari bahwa tantangan alam dan infrastruktur di Tanah Papua sangatlah berat, namun hal itu tidak menyurutkan dedikasi tim kami di lapangan," ungkap Roberth.

Ia menambahkan, PLN akan terus memperkuat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak guna menyukseskan target elektrifikasi berikutnya.

"Dengan kolaborasi dan dukungan penuh dari berbagai pihak, kami akan terus bekerja keras menyukseskan target elektrifikasi selanjutnya demi meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua," katanya.

Melalui program Listrik Desa, PLN berharap pemerataan infrastruktur kelistrikan dapat menjadi fondasi terwujudnya Papua Terang.

Kehadiran listrik yang andal diharapkan tidak hanya menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pelayanan kesehatan, serta mendorong pembangunan yang lebih merata di seluruh Tanah Papua. (Humas PLN)