Lewati ke konten utama

Bawa Potensi Lokal ke Pasar Global, Karantina Papua Tengah Pamerkan Kopi Amungme hingga Noken di IQEXPO 2026

Redaksi Fajar PapuaPenulis
15.59 WIT3 menit baca66 dibaca
Karantina Papua Tengah memamerkan sejumlah produk unggulan daerah, mulai dari kopi Amungme, aneka keripik, olahan sagu hingga kerajinan noken dalam Indonesia Quarantine Expo (IQEXPO) 2026 di Jakarta, sebagai upaya memperkenalkan potensi lokal dan membuka peluang pasar ekspor.
Karantina Papua Tengah memamerkan sejumlah produk unggulan daerah, mulai dari kopi Amungme, aneka keripik, olahan sagu hingga kerajinan noken dalam Indonesia Quarantine Expo (IQEXPO) 2026 di Jakarta, sebagai upaya memperkenalkan potensi lokal dan membuka peluang pasar ekspor.Foto / Papua Tengah
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Karantina Papua Tengah membawa potensi lokal ke panggung nasional melalui partisipasinya dalam Indonesia Quarantine Expo (IQEXPO) 2026 di SMESCO Convention Center, Jakarta Selatan, pada 23–24 Oktober 2026.

Ajang ini menjadi peluang untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar global.

Dalam pameran yang digelar oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) tersebut, Karantina Papua Tengah menampilkan beragam produk unggulan dan kekayaan budaya daerah, mulai dari kopi Amungme, keripik pisang, keripik ubi, sagu kedelai, noken, hingga kostum etnik Papua.

Produk-produk tersebut menjadi representasi kekayaan alam, budaya, dan kreativitas masyarakat Papua Tengah yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi dan berdaya saing.

Keikutsertaan Karantina Papua Tengah tidak sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga bagian dari upaya memperluas akses pasar, memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat nasional, serta membuka peluang pengembangan usaha hingga ke tingkat internasional.

Hadirkan UMKM dari 38 Provinsi

Berdasarkan informasi resmi Barantin, IQEXPO 2026 merupakan pameran perdana yang menghadirkan pelaku UMKM potensial ekspor dari 38 provinsi di Indonesia.

Mengusung tema “Protecting Indonesia, Connecting The World”, pameran ini diarahkan menjadi ruang promosi komoditas unggulan daerah sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pihak untuk memperluas peluang pasar.

Pembukaan IQEXPO 2026 diawali dengan Deklarasi UMKM dan sambutan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri UMKM bersama Kepala Barantin turut menyaksikan penandatanganan deklarasi oleh perwakilan dari 38 provinsi sebagai bentuk dukungan bersama terhadap penguatan UMKM Indonesia.

Selain pameran produk, kegiatan ini juga diisi dengan gelar wicara interaktif, edukasi kepada masyarakat, serta berbagai perlombaan.

UMKM Menuju Pasar Ekspor

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa peran karantina tidak hanya terbatas pada pengawasan hama dan penyakit di pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia.

Barantin juga berperan dalam mendampingi pelaku usaha agar memahami persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan ekspor.

“Barantin hadir bukan untuk mempersulit, melainkan membentangkan ‘karpet merah’ bagi pelaku UMKM yang ingin menembus pasar ekspor,” ujar Karding saat membuka IQEXPO 2026.

Menurut Karding, pendampingan diperlukan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami aspek teknis yang harus dipenuhi sebelum memasuki pasar internasional.

Barantin, kata dia, turut memastikan produk memenuhi persyaratan kelayakan, keamanan, dan mutu sesuai ketentuan negara tujuan melalui pendampingan dan pembinaan.

Salah satu tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan informasi mengenai persyaratan ekspor.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Barantin telah menyediakan Klinik Ekspor Karantina di seluruh provinsi sebagai sarana konsultasi dan bimbingan teknis bagi calon eksportir.

Melalui layanan tersebut, pelaku usaha dapat berkonsultasi mengenai persyaratan karantina sebelum komoditas dikirim ke negara tujuan sehingga potensi kendala teknis dapat diketahui sejak awal.

Upaya mendorong UMKM menembus pasar global juga diperkuat melalui kerja sama Barantin dengan Kementerian UMKM.

Pada September 2026, kedua lembaga menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor menuju pasar global.

Barantin juga berencana memperluas kolaborasi dengan Kementerian Desa agar pendampingan ekspor dapat menjangkau pelaku usaha hingga wilayah perdesaan.

Langkah ini menunjukkan perluasan pasar ekspor membutuhkan kesiapan yang dibangun sejak awal, mulai dari proses produksi, konsistensi mutu, ketertelusuran produk, hingga pemenuhan persyaratan negara tujuan.

Bagi Papua Tengah, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan potensi daerah agar tidak berhenti sebagai produk lokal, tetapi mampu memasuki rantai perdagangan yang lebih luas.

Kopi Amungme, aneka keripik, olahan sagu, dan kerajinan noken merupakan sejumlah produk yang dapat terus diperkenalkan melalui promosi, inovasi, peningkatan kualitas, serta penguatan akses pemasaran.(red)