Jayapura, fajarpapua.com – Penyakit malaria masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura. Pemerintah daerah terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karena penyakit tersebut telah menelan banyak korban jiwa di Papua.
Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku mengatakan, malaria merupakan persoalan kesehatan yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
“Dari Januari hingga Mei 2026 terjadi peningkatan pemeriksaan malaria pada masyarakat. Dinas Kesehatan sedang berupaya mencegah percepatan penyebaran malaria di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura,” ujarnya usai mengikuti kegiatan pelatihan bersama Dinas Kesehatan, Senin (18/5/2026).
Menurut Haris, program yang dijalankan Dinas Kesehatan sangat penting karena tidak hanya fokus pada pemeriksaan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat untuk menekan penyebaran malaria.
Ia berharap kader kesehatan dan perwakilan puskesmas yang mengikuti pelatihan dapat meneruskan pengetahuan kepada masyarakat di kampung masing-masing.
“Kita harap ada kesadaran masyarakat menjaga lingkungan tetap bersih dan melakukan langkah-langkah yang dapat menghentikan penyebaran malaria,” katanya.
Haris menyebut malaria menjadi salah satu penyakit mematikan di Papua selain HIV/AIDS dan penyakit jantung koroner. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat dapat melakukan pencegahan secara mandiri.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Lilian Suebu mengatakan, penanganan malaria membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan lintas sektor.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, OPD non-kesehatan, hingga TNI dan Polri.
“Kami libatkan semua pihak agar tokoh di setiap kampung dapat memfasilitasi kegiatan di masyarakat. Selama ini yang bekerja di lapangan hanya kader dan petugas puskesmas sehingga sering terjadi penolakan,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Jayapura mendapat target dari Kementerian Kesehatan untuk mencapai satu juta pemeriksaan malaria setiap tahun mulai 2025 hingga 2030. Lilian menjelaskan, strategi penanganan malaria dilakukan melalui pendekatan “Temukan, Obati, Kendalikan”.
“Kami akan menemukan sebanyak mungkin kasus melalui pemeriksaan, langsung diobati, lalu dikendalikan. Pengendalian berkaitan dengan vektor dan kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura mencatat hingga triwulan pertama 2026 jumlah pemeriksaan malaria mencapai 130.450 orang, dengan 19.542 kasus positif hingga April 2026.
Sementara sepanjang 2025 tercatat sekitar 71 ribu kasus malaria di Kabupaten Jayapura.
Dalam upaya pemberantasan malaria, Dinas Kesehatan juga melibatkan sekitar 300 kader malaria yang didanai melalui dukungan mitra dan APBD dari dana otsus.(hsb)

