Jayapura, fajarpapua.com – Ribuan pemuda Jayapura dari berbagai daerah menghadiri diskusi publik Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Kesejahteraan Masyarakat Papua di Aula Lukmen Kantor Gubernur Papua, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Papua, Dr. Andry, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, pengamat kebijakan publik, Methedius Kossay, Ketua Barisan Merah Putih Papua, Max Abner Ohee dan Ketua Marga Kampung Urumb, Yohanes Yandi Gebze, Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, dan Antropolog Universitas Cenderawasih, Abner Krey dan ribuan pemuda.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Papua, Dr. Andry mewakili Gubernur Provinsi Papua saat membuka kegiatan mengatakan, sangat penting melakukan pembangunan yang harmoni di Bumi Cenderawasih.
“Pembangunan yang harmoni merupembangunan yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, menghormati adat dan budaya, serta menjaga stabilitas keamanan sebagai pondasi pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Dr. Andry.
Ia mengatakan pembangunan yang baik adalah kebijakan yang mendengarkan suara rakyat dan kontekstual dengan kondisi Papua. Pembangunan yang memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di kampung-kampung di seluruh Provinsi Papua.
“Saya mewakili pemerintah mengajak seluruh peserta diskusi untuk tidak hanya menjadi penonton, namun hendaknya harus menjadi pelaku utama dalam proses transformasi Papua menuju masa depan yang lebih baik,”katanya.
Salah seorang pemuda yang hadir, Petrus menyampaikan penyelenggara diskusi publik terkait PSN sangat baik untuk menambah pengetahuan bagi kami sebagai pemuda.
“Aspirasi generasi muda Papua harus dapat benar-benar didengar dan diwujudkan dalam setiap proyek strategis nasional yang dilaksanakan di Papua,”ucapnya.
Menurutmya pemerintah menyatakan perlu keterbukaan terhadap seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan.
Diskusi ini diharapkan menjadi wadah produktif bagi pemuda Papua untuk berkontribusi aktif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menyatakan komitmennya untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat guna mendengar aspirasi dan menyelesaikan berbagai persoalan daerah secara langsung.
Gubernur Papua Selatan mengungkapkan, pendekatan personal dan dialog langsung adalah kunci utama, bahkan ketika harus masuk ke wilayah yang sedang mengalami masalah. Ada empat sektor potensial yang menjadi tiang penopang pembangunan dan masa depan ekonomi di wilayah Papua Selatan, yaitu Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan.
Gubernur mengingatkan bahwa Papua Selatan tidak memiliki sumber daya lain di luar keempat sektor tersebut. Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah harus bijaksana dalam mengelola ruang dan lahan.
“Kami pemerintah memetakan karakteristik ekosistem di Papua yang terbagi menjadi wilayah laut atau pantai (masyarakat peramu), dataran rendah (bercocok tanam), dan dataran tinggi (berburu), di mana masing-masing wilayah membutuhkan pendekatan pengelolaan hutan yang tepat baik itu hutan konservasi, hutan lindung, maupun hutan produksi untuk perkebunan,”ungkapnya.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Papua, Dr. Andry, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, pengamat kebijakan publik, Methedius Kossay, Ketua Barisan Merah Putih Papua, Max Abner Ohee dan Ketua Marga Kampung Urumb, Yohanes Yandi Gebze, Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, dan Antropolog Universitas Cenderawasih, Abner Krey dan ribuan pemuda.(hsb).

