Jayapura, fajarpapua.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan komitmennya untuk membuka keterisolasian wilayah pedalaman Kabupaten Mamberamo Raya melalui pembangunan jalan, bandara, hingga konektivitas antarwilayah.
Komitmen tersebut disampaikan Fakhiri saat melakukan kunjungan kerja dan tatap muka bersama Forkopimda serta masyarakat di Kasonaweja, Sabtu (16/5) malam.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua akan memprioritaskan pembukaan akses jalan dari Dabra menuju Sikari dan sejumlah wilayah pedalaman lainnya.
“Kami akan buka mulai dari Dabra menuju Sikari. Kita akan terus buka jalan baru supaya masyarakat di pedalaman bisa keluar dari keterisolasian,” kata Fakhiri.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Mamberamo Raya menjadi kebutuhan mendesak karena masih banyak kampung yang sulit dijangkau akibat minimnya akses transportasi darat maupun udara.
Fakhiri mengaku baru benar-benar merasakan beratnya kondisi masyarakat setelah turun langsung ke wilayah pedalaman tersebut.
“Saya datang supaya bisa merasakan bagaimana susahnya saudara-saudara di daerah pedalaman. Yang bisa kami lakukan sekarang adalah membuka terobosan sampai ke kampung-kampung supaya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan,” ujarnya.
Selain pembangunan jalan, Pemprov Papua juga akan mendorong pengembangan fasilitas transportasi udara dan pelabuhan guna mempercepat mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
Menurut Fakhiri, bandara-bandara yang sudah ada di wilayah pedalaman akan dioptimalkan agar dapat melayani masyarakat dengan lebih baik.
Sementara itu, rencana pembangunan pelabuhan di Burmeso akan dibahas bersama pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
“Bandara-bandara yang sudah ada akan kita dorong supaya bisa dimanfaatkan lebih baik. Pelabuhan juga nanti kita diskusikan dengan kementerian untuk ada di Burmeso,” katanya.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Pemprov Papua juga menyiapkan pengembangan kawasan ekonomi berbasis wilayah pembangunan.
Kabupaten Mamberamo Raya disebut masuk dalam kawasan pengembangan pertanian dan perkebunan bersama sejumlah daerah lain di Papua.
Fakhiri menegaskan pembangunan Papua ke depan tidak lagi terpusat di kota, melainkan dimulai dari kampung dan wilayah pedalaman agar pemerataan pembangunan bisa dirasakan seluruh masyarakat.
“Saya mau bangun Papua dari kampung. Saya besar di pedalaman, jadi saya tahu bagaimana kondisi masyarakat di daerah terpencil,” ucapnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi ketimpangan pembangunan di wilayah pedalaman Papua. (hsb)

