Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Selamatkan Diri dari Bentrok, Puluhan Warga Jatuh dari Jembatan Gantung Kali Uwe, 7 Ditemukan Tewas

image
imageFoto / EDITORIAL
Redaksi3 menit baca6 kali dibaca

Wamena, fajarpapua.com – Tragedi memilukan terjadi di wilayah Wouma Atas, Kampung Logonoba, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, setelah pecah pertikaian antar kelompok masyarakat dari Suku Lanny dan Suku Nayak sejak Rabu (6/5).

Bentrok yang dipicu persoalan denda adat itu berujung maut ketika sebuah jembatan gantung di atas Kali Uwe terputus saat puluhan warga melintas dalam situasi panik untuk menyelamatkan diri dari konflik.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, konflik bermula dari upaya mediasi penyelesaian denda adat terkait pertikaian lama yang terjadi pada periode 2022-2023.

Namun proses perdamaian tidak mencapai kesepakatan setelah pihak korban dari Suku Lanny menolak nilai pembayaran denda yang dianggap tidak sesuai tuntutan.

Ketegangan kemudian meningkat hingga terjadi aksi saling serang pada sore hari.

Massa dari Suku Lanny dilaporkan bergerak menuju wilayah Suku Nayak sehingga situasi di kawasan Wouma Atas menjadi mencekam.

Di tengah bentrokan tersebut, puluhan warga berusaha menyelamatkan diri dengan melintasi jembatan gantung di atas Kali Uwe yang hanya memiliki satu jalur penyeberangan.

Karena banyak warga melintas secara bersamaan dan tidak ada akses lain, jembatan tersebut akhirnya putus akibat tidak mampu menahan beban.

Akibat insiden itu, puluhan warga terjatuh dan hanyut terbawa derasnya arus Kali Uwe.

Data sementara yang dihimpun menyebutkan total korban jiwa dan hilang mencapai puluhan orang.

Hingga Jumat (8/5), tujuh korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sebagian jenazah dievakuasi ke RSUD Wamena, sementara beberapa lainnya telah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan.

Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan pengamanan di Distrik Wouma guna mengawal proses pencarian korban sekaligus mengantisipasi bentrokan susulan antara kedua kelompok masyarakat.

Kabag Ops Polres Jayawijaya, AKP Edy T Shabara mengatakan pihaknya telah menggelar pasukan dan langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan.

“Kami sudah melakukan gelar pasukan dan langsung turun ke Distrik Wouma guna melakukan pengamanan dan proses pencarian kepada para korban,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses pencarian masih terus dilakukan bersama keluarga korban dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

“Korban yang berhasil ditemukan semua dalam keadaan meninggal dunia, sehingga ada yang kita evakuasi ke RSUD Wamena dan ada yang sudah diambil oleh pihak keluarga,” jelasnya.

Tim Basarnas bersama aparat keamanan dan warga setempat terus menyisir sepanjang aliran Kali Uwe, termasuk di area lokasi pengambilan material.

Proses pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat derasnya arus sungai dan beratnya medan di lokasi kejadian.

Situasi di sekitar lokasi dilaporkan masih mencekam, namun aparat keamanan terus berjaga untuk memastikan kondisi tetap terkendali.

Sejumlah tokoh masyarakat juga mengimbau kedua belah pihak agar menahan diri dan mengedepankan penyelesaian damai demi mencegah jatuhnya korban tambahan. (mas)