Sorong Selatan, fajarpapua.com – Aksi penjarahan disertai perusakan belasan barak karyawan terjadi di area perkebunan kelapa sawit milik PT Permata Putra Mandiri (PPM) di Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, pekan kemarin.
Penjarahan dan perusakan dilakukan oleh sekelompok massa usai insiden pengeroyokan terhadap empat pekerja di perusahaan tersebut.
PT Permata Putra Mandiri sendiri diketahui merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Papua Barat Daya.
Kericuhan yang terjadi pada Rabu (13/5) sekitar pukul 15.00 WIT itu diduga dipicu sekelompok warga yang berada dalam pengaruh minuman keras. S
Selain menyebabkan empat karyawan mengalami luka-luka, massa juga melakukan penjarahan barang milik pekerja saat ratusan karyawan dievakuasi dari lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika seorang pria berinisial RM datang ke area barak karyawan dan meminta meminjam sepeda motor milik salah satu mandor perusahaan.
Permintaan tersebut ditolak hingga memicu adu mulut.
Tak lama kemudian, RM diduga kembali bersama sejumlah rekannya dan melakukan penyerangan terhadap para pekerja di lokasi perkebunan sawit tersebut.
Akibat kejadian itu, empat korban dilaporkan mengalami luka, masing-masing DS selaku mandor, NP yang merupakan istri asisten kepala, AP istri mandor, serta OB pekerja borongan.
Salah satu korban bahkan harus dirujuk ke RSU dr R Oetojo Kota Sorong untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Situasi semakin memanas ketika massa melakukan perusakan terhadap fasilitas perusahaan.
Sedikitnya 18 unit barak karyawan dilaporkan rusak akibat aksi pelemparan dan pengrusakan kaca.
Di tengah proses evakuasi sekitar 179 pekerja ke lokasi aman, sejumlah oknum memanfaatkan situasi dengan menjarah barang-barang milik karyawan di barak yang kosong.
Barang-barang yang dilaporkan hilang antara lain telepon genggam, kasur, perlengkapan dapur, pakaian hingga uang tunai milik pekerja perkebunan kelapa sawit tersebut.
General Manager PT PPM, Gita Mustika, mengatakan pihak perusahaan masih melakukan pendataan terkait total kerugian akibat aksi penjarahan dan perusakan tersebut.
“Sebagian besar barak karyawan mengalami kerusakan dan banyak barang pekerja hilang saat evakuasi berlangsung,” ujarnya.
Kapolsek Kais Ipda Abdul Rahman membenarkan adanya insiden pengeroyokan dan penjarahan tersebut.
Aparat kepolisian kini masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku perusakan maupun penjarahan.
Sementara itu, Kepala Distrik Kais Yulius Keba menyebut peristiwa tersebut diduga kuat dipengaruhi konsumsi minuman keras.
Pemerintah distrik bersama tokoh masyarakat dan aparat keamanan telah melakukan mediasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Hingga kini pengamanan di area perkebunan kelapa sawit PT PPM masih diperketat guna mencegah terjadinya aksi susulan. ( red)

