Jayapura, fajarpapua.com — Angka kemiskinan di Kabupaten Jayapura mengalami kenaikan pada Tahun 2026.
Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah serius dan inovatif, terutama dalam memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Wakil Bupati Jayapura, Haris Ricard Yocku, mengungkapkan bahwa angka kemiskinan yang sebelumnya ditargetkan menurun justru mengalami peningkatan signifikan.
“Memang masalah kemiskinan ini hampir terjadi di semua daerah. Namun, untuk Kabupaten Jayapura, dari tahun ke tahun kita menargetkan penurunan. Seharusnya dari 11 persen pada 2025 turun menjadi 10 persen di 2026, tetapi justru naik menjadi 13 persen,” ujar Haris Yocku, Kamis (23/4).
Menurutnya, kenaikan sebesar 2 persen tersebut menjadi sinyal serius bagi pemerintah daerah untuk tidak bekerja secara biasa-biasa saja.
Dibutuhkan inovasi dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar program yang dijalankan benar-benar berdampak pada penurunan angka kemiskinan.
“Kenaikan ini cukup tinggi dan tentu tidak baik. Ini menjadi peringatan bagi kita semua agar bekerja lebih maksimal dan tidak stagnan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan target pemerintah daerah, angka kemiskinan seharusnya terus menurun hingga mencapai 8,87 persen pada tahun 2029.
Namun, kondisi saat ini menunjukkan adanya deviasi dari target tersebut.
Untuk itu, Haris menekankan pentingnya menghadirkan program-program inovatif yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang didorong adalah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
“Seluruh OPD harus mampu menghadirkan inovasi dalam program kerja, khususnya yang berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan. Kita tidak boleh hanya menjalankan program apa adanya,” ujarnya.
Menurut dia, peningkatan akses terhadap lapangan kerja akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya pekerjaan, masyarakat memiliki penghasilan yang pada akhirnya mampu menekan angka kemiskinan.
“Kalau kita bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, maka mereka punya penghasilan. Ini yang akan membantu menurunkan angka kemiskinan,” pungkasnya. (hsb)

