Lewati ke konten utama

Tanggapi Kenaikan Harga Telur Sepihak oleh Oknum Pedagang, Kepala Dinas Peternakan: Stok Kita Mencukupi

Redaksi FPPenulis
01.31 WIT1 menit baca42 dibaca
IMG 20250201 WA0080
IMG 20250201 WA0080Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani menjelaskan stok telur di Mimika masih mencukupi. Dimana setiap harinya produksi telur mencapai 14.000 ton atau surplus 2-3 ton dari kebutuhan warga Timika.

"Stok telur kita cukup, bahkan sisanya kita kirim ke kabupaten tetangga seperti Asmat, Keppi, dan beberapa kabupaten lain," kata Sabelina saat dikonfirmasi, Sabtu (1/2).

Meski demikian, dia mengakui beberapa oknum pedagang telah menaikkan harga telur secara sepihak, sehingga Asosiasi Peternak Telur melakukan rapat untuk mengimbangi harga pasaran.

Harga telur dari peternak adalah Rp 60.000-65.000 per-rak, tetapi beberapa pedagang menjualnya dengan harga di atas Rp 80.000 per-rak.

Untuk mengatasi hal ini, Asosiasi Peternak Telur akan membangun 8 posko penjualan telur langsung ke masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau, yaitu Rp 70.000-73.000 per-rak.

"Kita berharap bahwa para pedagang melihat upaya para peternak dengan membangun posko operasi penjualan telur lokal untuk menekan harga telur," kata drh Sabelina.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika juga akan melakukan pengawasan dan memberikan teguran kepada pedagang yang menjual telur dengan harga tinggi.

"Tujuan utama adalah untuk menstabilkan harga jual telur dari peternak dan memastikan bahwa masyarakat dapat membeli telur dengan harga yang terjangkau," ujarnya. (moa)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.