Lewati ke konten utama

Dampak El Nino Mulai Terasa, Dinkes Mimika Ajak Warga Disiplin Pakai Masker dan Waspadai Penyakit Musiman

Redaksi Fajar PapuaPenulis
20.39 WIT2 menit baca168 dibaca
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Perubahan cuaca yang dipengaruhi fenomena El Nino mulai dirasakan di sejumlah wilayah Papua Tengah, termasuk Kabupaten Mimika. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit musiman, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan membiasakan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah maupun berada di tempat ramai.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan perubahan suhu dalam beberapa waktu terakhir perlu menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, kondisi cuaca panas yang diselingi hujan dapat memengaruhi daya tahan tubuh sekaligus meningkatkan potensi penularan penyakit.

Ia menjelaskan, anak-anak usia sekolah menjadi salah satu kelompok yang rentan mengalami penularan ISPA. Aktivitas belajar dalam ruangan selama berjam-jam membuat virus maupun bakteri penyebab gangguan pernapasan lebih mudah menyebar.

"Kalau satu anak mengalami batuk atau flu, sangat mudah menular kepada teman-temannya karena mereka berada dalam satu ruangan dalam waktu yang lama," ujarnya, Senin (24/8).

Karena itu, Dinkes mengajak masyarakat menjadikan penggunaan masker sebagai kebiasaan sehari-hari, khususnya saat beraktivitas di luar rumah, berada di sekolah, perkantoran, pasar maupun lokasi yang dipadati masyarakat.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, beristirahat cukup serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.

Tidak hanya ISPA, Dinkes Mimika juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit malaria. Perubahan pola cuaca dapat memengaruhi perkembangbiakan nyamuk, terutama apabila kebersihan lingkungan tidak terjaga.

Masyarakat diimbau rutin membersihkan lingkungan, menutup genangan air serta menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk guna menekan risiko penularan malaria.

Sementara itu, terkait Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinkes memastikan situasi di Kabupaten Mimika masih terkendali dan belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Meski demikian, upaya pengendalian terus dilakukan melalui pemantauan lapangan hingga penyemprotan atau fogging di wilayah yang membutuhkan.

Pemerintah distrik, kelurahan maupun masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan Dinkes apabila ditemukan indikasi peningkatan kasus DBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Dinkes berharap kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat semakin meningkat sehingga dampak perubahan cuaca terhadap kesehatan masyarakat di Mimika dapat diminimalkan. (moa)