Lewati ke konten utama

Bupati Mimika: GKI di Tanah Papua Berperan Penting dalam Pembangunan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.14 WIT2 menit baca159 dibaca
Bupati Mimika Johannes Rettob memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua
Bupati Mimika Johannes Rettob memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-70 GKI di Tanah PapuaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, Fajarpapua.com- Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan selama tujuh dekade Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papau telah berperan penting dalam pembangunan di seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Johannes Rettob dalam sambutannya pada peringat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 GKI di Tanah Papua se-Klasis Mimika di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin, mengatakan GKI di Tanah Papua telah menjadi bagian penting dalam perjalan sejarah masyarakat Papua.

"Tidak hanya dalam kehidupan iman, tetapi juga dalam bidang lain seperti pendidikan, sosial, kemanusiaan, pembinaan karakter dan pembangunan kehidupan masyarakat," katanya.

Pada momentum HUT ke-70 ini seluruh jemaat diajak untuk merenungkan kembali perjalanan pelayanan yang telah dilalui dan mensyukuri semua berkat Tuhan.

"Dan memperbaharui komitmen bersama untuk terus melayani jemaat dan masyarakat dengan penuh kasih, ketulusan, dan tanggung jawab," ujarnya.

HUT ke-70 GKI di Tanah Papua mengusung tema "70 Tahun Bersyukur, Peduli dalam Kasih dan Keadilan, Bersaksi Hadirkan Damai". Tema ini mengajak semua jemaat untuk mengakui bahwa seluruh perjalan keberhasilan pelayanan gereja tidak terlepas dari kasih dan penyertaan Tuhan.

Ia menyebut tema tersebut terdiri atas beberapa pesan yang harus direnungi. Pertama 70 tahun bersyukur, hendaknya menjadi sumber kekuatan seluruh jemaat untuk terus bertumbuh dalam iman, memperkuat persaudaraan sesama jemaat dan meningkatkan pelayanan bagi kemuliaan nama tuhan.

Peduli dalam Kasih dan Keadilan artinya gereja terus hadir sebagai tempat bertumbuhnya kasih, kepedulian, dan juga penghormatan terhadap martabat setiap manusia. Gereja juga diharapkan untuk terus memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan, mendampingi generasi muda, serta menanamkan nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Bersaksi hadirkan damai mengingatkan bahwa setiap orang yang percaya memiliki tanggung jawab untuk menjadi saksi kasih Tuhan melalui perkataan, sikap, dan perbuatan. Damai tidak akan terwujud apabila masih terpelihara kebencian, perselisihan dan sikap saling menyalahkan.

"Damai itu akan tumbuh ketika kita bersedia saling menghormati, saling mengampuni, saling memaafkan antara satu dengan yang lain, bisa mendengarkan orang lain dan kita bisa menyelesaikan setiap persoalan dengan bijaksana," ujarnya.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.