Lewati ke konten utama

Pemkab Mimika Optimalisasi Lahan Perkebunan Tingkatkan Produksi

Redaksi Fajar PapuaPenulis
08.14 WIT2 menit baca77 dibaca
Kepala DTPHP Kabupaten Mimika Abdul Haris Sudharmono
Kepala DTPHP Kabupaten Mimika Abdul Haris SudharmonoFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com- Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah laksanakan optimalisasi lahan perkebunan di wilayah itu sebagai upaya mendorong peningkatan produksi hasil perkebunan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika Abdul Haris Sudharmono di Timika, Minggu, mengatakan DTPHP Mimika melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Mimika 2026 melakukan pengadaan sejumlah bibit untuk mendukung optimalisasi lahan perkebunan.

"Kami melakukan pengadaan bibit kakao, pinang, kelapa dan kopi. Untuk mengoptimalkan lahan yang sudah ada. Tanaman yang mati kami sulam dengan tanaman yang baru. Sekarang ini sudah waktunya kami melakukan peningkatan produksi lewat optimalisasi," ujarnya.

Ia mengatakan pembukaan lahan perkebunan tidak dilakukan pada 2026, lahan-lahan perkebunan yang selama ini sudah dibuka dan di tanami tanaman perkebunan akan dilakukan perawatan secara optimal sehingga dapat meningkatkan hasil produksi bagi para petani.

"Tanaman-tanaman yang sudah ada kita pupuk, rawat agar produksinya mengalami peningkatan. Kalau data lahan perkebunan saya tidak hafal persis.Tapi data itu ada di Bidang Perkebunan," ujarnya.

Selain optimalisasi lahan menggunakan anggaran APBD, tahun itu optimalisasi lahan juga dilakukan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBN) yaitu penataan lahan sagu yang dilakukan di wilayah Kampung Pigapu Distrik Iwaka.

Program penataan lahan sagu 100 hektare di wilayah tersebut dilakukan guna mempermudah masyarakat saat memanen dan pengembangan bibit sagu.

Program penataan sagu tersebut merupakan program dari Kementerian Pertanian tahun anggaran 2026.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.