Lewati ke konten utama

Diduga Tabrak Lari, Seorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Hiripau Timika, Jalan Dipalang

Redaksi Fajar PapuaPenulis
09.53 WIT2 menit baca274 dibaca
Korban Marius Apako ditemukan meninggal dunia.
Korban Marius Apako ditemukan meninggal dunia.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Seorang pria bernama Marius Apako (31), warga Kampung Pomako Arwana, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ditemukan meninggal dunia di jalan poros Mapurujaya, tepatnya di RT 05, Kampung Hiripau, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIT.

Korban diduga menjadi korban tabrak lari. Saat ditemukan, korban tergeletak di badan jalan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka serius pada bagian kepala.

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena, mengatakan personel piket langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan penemuan korban.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban sudah tergeletak di badan jalan. Luka pada bagian kepala korban diketahui telah ditutupi menggunakan daun pisang oleh warga sekitar.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Mapurujaya menuju RSUD Mimika untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum. Proses evakuasi turut dikawal mobil patroli lalu lintas Polsek Mimika Timur.

Keluarga korban meminta pemeriksaan visum untuk memastikan penyebab kematian Marius Apako. Mereka ingin mengetahui apakah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas atau terdapat unsur kekerasan yang disengaja.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Kanit Lantas Polsek Mimika Timur, keluarga menyetujui penanganan kasus diserahkan kepada pihak kepolisian. Keluarga juga mengizinkan jenazah dibawa ke RSUD Mimika untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Keluarga berharap hasil visum dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian korban. Mereka juga meminta polisi mengusut tuntas kejadian tersebut dan mengungkap pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur pidana.

Jalan Poros Mapurujaya Dipalang

Di tengah penanganan kasus, keluarga korban melakukan pemalangan jalan poros Mapurujaya, tepatnya di RT 02 dan RT 05, Kampung Hiripau.

Aksi tersebut dilakukan untuk menunggu hasil visum rumah sakit serta perkembangan penyelidikan kepolisian.

Keluarga menyatakan akan tetap melakukan pemalangan hingga memperoleh hasil pemeriksaan yang diharapkan. Mereka juga bersedia menerima informasi mengenai perkembangan penanganan kasus dari pihak kepolisian.

Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan penyebab pasti kematian Marius Apako, termasuk mendalami dugaan tabrak lari.

Hasil visum dan penyelidikan diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban sekaligus menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. (ron)