Lewati ke konten utama

Kapolres Mimika Minta Keluarga dari Remaja Perempuan yang Diculik Tetap Menahan Diri, Benarkan 1 Korban Meninggal Dunia

Redaksi Fajar PapuaPenulis
17.14 WIT2 menit baca139 dibaca
Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak saat menemui keluarga korban penyanderaan di Timika, Kamis (10/9).
Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak saat menemui keluarga korban penyanderaan di Timika, Kamis (10/9).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Dua dari sembilan perempuan warga Distrik Jila yang sebelumnya dilaporkan disandera berhasil melarikan diri beberapa waktu lalu.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak memastikan informasi mengenai dua sandera yang berhasil melarikan diri tersebut benar. Namun, dari dua korban tersebut, satu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dikremasi oleh pihak keluarga, sementara satu lainnya masih hidup dan saat ini dalam perawatan keluarga di Distrik Bella.

“Dua sandera yang melarikan diri itu ternyata betul. Satu meninggal dunia dan satu lagi masih hidup, lokasinya di Distrik Bella,” kata Kapolres saat menemui keluarga korban penyanderaan di Timika, Kamis (10/9).

Kapolres mengungkapkan, kedua korban ditemukan di wilayah Distrik Bella dan kemudian ditolong oleh pihak keluarga.

“Mereka ditemukan di Bella dan informasinya dari keluarga masih di sana. Rencananya mau dibawa ke Jila, tapi belum pasti juga, masih menunggu dari pihak keluarga,” ujarnya.

Menurut Kapolres, pihaknya tengah berupaya mengevakuasi korban yang masih hidup agar dapat memperoleh perawatan medis di Timika.

“Kami akan berusaha bagaimana untuk bisa mengevakuasi korban yang masih hidup ini,” tuturnya.

Kapolres mengimbau keluarga dan masyarakat untuk tetap tenang serta menahan diri dalam menyikapi kejadian yang menimpa warga di wilayah Distrik Jila tersebut.

Ia mengatakan, pihak kepolisian terus melakukan komunikasi dan membangun jaringan informasi di wilayah Alama maupun Jila guna memperoleh informasi mengenai keberadaan korban lainnya yang masih dalam pencarian.

“Saya mohon kepada pihak keluarga untuk terus menjaga diri dan menahan diri, jangan melakukan hal-hal yang bisa merugikan kita semua,” tegasnya.

Kapolres juga mengakui kendala utama dalam penanganan situasi di Jila adalah keterbatasan komunikasi akibat sulitnya jaringan telekomunikasi.

“Kita terus bagaimana caranya menjalin komunikasi. Memang kendala yang sulit di sana adalah jaringan. Makanya kita bisa berkomunikasi dengan keluarga di sana melalui radio SSB,” ujarnya.

Saat menemui keluarga korban di Timika, Kapolres juga menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan bantuan bahan makanan (Bama) sebagai wujud empati dari pihak kepolisian.

Sementara itu, perwakilan keluarga sekaligus tokoh masyarakat, Pdt. Yoprinus Piligame, mengatakan pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan kejadian tersebut kepada aparat keamanan.

Ia berharap pemerintah dapat membantu kelancaran transportasi, khususnya bagi masyarakat yang hendak melakukan pencarian terhadap para korban.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk penanganan para sandera. Saya mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak menjadikan tragedi tersebut sebagai alasan untuk memunculkan masalah baru,” ujarnya. (ron)