Jayapura, fajarpapua.com – Polisi terus mendalami dugaan unsur pidana terkait hilangnya siswi SMP Negeri 2 Sentani, Nurhalizha, sejak 14 April 2026.
Orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jayapura setelah anaknya tidak kembali ke rumah selama 11 hari. Hingga kini, keberadaan korban masih dalam pencarian aparat kepolisian.
Siswi tersebut dilaporkan hilang dari kediamannya di Sentani sejak Selasa (14/4) dan diduga pergi bersama seorang pria.
“Orang tua korban sudah membuat laporan resmi ke Polres Jayapura untuk kami tindak lanjuti. Laporan ini sudah ditangani bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” ujarnya.
Polisi menyatakan, pelaku yang membawa korban dapat dijerat pasal terkait membawa anak dibawah umur tanpa izin orang tua. Sementara itu, keberadaan korban masih terus dilacak, meski aparat telah memperoleh informasi korban berada di luar Kota Jayapura bersama seseorang yang diduga kekasihnya.
“Kami masih lakukan koordinasi dengan keluarga. Jika lokasi anak ini sudah diketahui, akan kami sampaikan kepada orang tua. Anak tersebut bersama temannya tidak menetap di satu tempat, kami masih terus melacak keberadaannya,” katanya.
Alamsyah menyebutkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga pergi bersama temannya menggunakan pesawat ke luar Jayapura.
“Anak tersebut berada di Nabire sesuai informasi yang kami terima dari ibu korban,” tuturnya.
Ia menambahkan, proses hukum terhadap pihak yang membawa korban tetap berjalan selama tidak ada pencabutan laporan dari keluarga. Polisi berharap korban segera ditemukan dan kembali ke orang tuanya.(hsb)

