Lewati ke konten utama

Pengiriman Senapan PCP ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani, Antisipasi Rantai Suplai Logistik Kelompok Bersenjata

Redaksi Fajar PapuaPenulis
17.57 WIT2 menit baca41 dibaca
Sejumlah barang bukti berupa senapan angin PCP, teleskop optik, pompa angin, dan perlengkapan lainnya diamankan petugas setelah terdeteksi dalam pemeriksaan X-Ray di Bandara Sentani.
Sejumlah barang bukti berupa senapan angin PCP, teleskop optik, pompa angin, dan perlengkapan lainnya diamankan petugas setelah terdeteksi dalam pemeriksaan X-Ray di Bandara Sentani.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Pengiriman paket berisi senapan angin jenis Pre-Charged Pneumatic (PCP) kaliber 5,5 milimeter dengan tujuan Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, digagalkan personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG di Bandara Internasional Sentani, Jayapura, Kamis (29/10/2026).

Paket tersebut terdeteksi saat menjalani pemeriksaan menggunakan mesin pemindai X-Ray di area kargo Pajajaran Cargo. Citra hasil pemindaian menunjukkan benda menyerupai senapan laras panjang beserta sejumlah perlengkapan pendukung.

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 06.30 WIT ketika operator X-Ray, Emilia Sitti N, menemukan citra mencurigakan berupa senapan laras panjang, alat optik, dan pompa di dalam paket.

Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Pos Jayapura, Serka Suroso, bersama petugas Aviation Security (Avsec), Anwar, melakukan pemeriksaan manual untuk memastikan isi kiriman.

Hasil pemeriksaan mengungkap sejumlah barang, yakni satu pucuk senapan angin PCP kaliber 5,5 milimeter dengan popor kayu, satu teleskop optik, satu pompa angin, tujuh karet sil, sejumlah mimis atau peluru senapan angin, serta satu tas senjata.

Seluruh barang tersebut kemudian diamankan dan dilaporkan kepada Komandan Pos Jayapura, Letda Pas Galih Apriyanto, untuk penanganan lebih lanjut.

Galih mengatakan, penggagalan pengiriman tersebut merupakan langkah pencegahan untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan senapan angin di wilayah Papua.

Menurutnya, keberadaan senjata beserta perlengkapannya perlu mendapat perhatian, terutama apabila berpotensi digunakan untuk mengancam keselamatan personel keamanan maupun masyarakat sipil.

“Pengiriman ini berpotensi menjadi bagian dari rantai suplai logistik kelompok bersenjata, sehingga penggagalan ini merupakan langkah preventif untuk memutus aliran barang berbahaya,” ujarnya.

Meski demikian, dugaan mengenai tujuan akhir maupun kemungkinan keterkaitan paket dengan kelompok bersenjata masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, informasi yang tersedia belum mengungkap identitas pengirim dan penerima maupun maksud pengiriman senapan angin tersebut.

Seluruh barang bukti dilaporkan masih diamankan di Pos Jayapura. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tindak lanjut pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait.

Pengawasan pengiriman barang melalui jalur udara menjadi salah satu langkah penting untuk mendeteksi benda yang berpotensi menimbulkan risiko keamanan. Pemeriksaan X-Ray yang dilanjutkan dengan pemeriksaan manual memungkinkan petugas mengidentifikasi isi paket sebelum mencapai tujuan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lanjutan mengenai hasil pemeriksaan terhadap pengirim dan penerima paket maupun kepastian adanya pelanggaran hukum dalam pengiriman tersebut.(CR)