Lewati ke konten utama

Menko Polkam Dudung Ingatkan Para Komandan Operasi di Papua: Tidak Cukup Hanya Beri Perintah dan Target Operasi, Tapi...

Redaksi Fajar PapuaPenulis
20.41 WIT3 menit baca56 dibaca
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman saat memberikan pengarahan kepada personel Satgas di Papua dan Komando Kogabwilhan III di Aula Gedung Eme Neme Kangasih, Yonif 754 Mimika, Timika, Papua Tengah, Selasa (27/10/2026).
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman saat memberikan pengarahan kepada personel Satgas di Papua dan Komando Kogabwilhan III di Aula Gedung Eme Neme Kangasih, Yonif 754 Mimika, Timika, Papua Tengah, Selasa (27/10/2026).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman mengingatkan para komandan di Papua agar tidak hanya berorientasi pada capaian operasi dan jumlah penangkapan, tetapi juga mengutamakan keselamatan prajurit serta pendekatan humanis kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dudung saat memberikan pengarahan kepada personel Satgas di Papua dan Komando Kogabwilhan III di Aula Gedung Eme Neme Kangasih, Yonif 754 Mimika, Timika, Papua Tengah, Selasa (27/10/2026).

Dalam arahannya, Dudung menyampaikan keselamatan anggota harus menjadi prioritas setiap komandan saat menjalankan tugas di lapangan. Kepemimpinan, menurutnya, tidak cukup hanya memberikan perintah dan mengejar target operasi, tetapi juga mencakup tanggung jawab terhadap kondisi dan keselamatan personel.

“Keberhasilan seorang komandan tidak hanya dilihat dari capaian operasi atau penangkapan, tetapi juga dari bagaimana seorang pemimpin memastikan keselamatan anggota yang berada di bawah tanggung jawabnya,” ujar Dudung.

Ia meminta para komandan membangun kepemimpinan yang berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab. Pemimpin juga perlu mendengarkan masukan anggota, memahami situasi di lapangan, serta memperhatikan kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

Selain keselamatan personel, Dudung mengingatkan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas di Papua. Aparat diminta menghormati masyarakat, bersikap humanis, dan menjalankan tugas dengan tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden agar aparat tidak hanya berorientasi pada tindakan keamanan, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, penanganan di daerah operasi harus ditingkatkan dengan pendekatan hati dan sifat kemanusiaan. Selalu berbuat baik kepada rakyat karena prajurit berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan bekerja untuk rakyat,” katanya.

Dudung berharap pendekatan yang mengedepankan hati dan kemanusiaan dapat membuka ruang kesadaran bagi kelompok yang berseberangan untuk meninggalkan konflik, menyerahkan diri, dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di sisi lain, ia mengingatkan seluruh personel agar tetap berpegang pada loyalitas kepada Merah Putih, bangsa, dan negara. Koordinasi terpadu antara TNI, Polri, BIN, pemerintah daerah, dan masyarakat juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan serta mendukung terwujudnya Papua yang harmonis dan sejahtera.

Pengarahan tersebut dihadiri Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani; Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa; Bupati Mimika, Johannes Rettob; Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini; Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto; serta Kaskogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto.

Hadir pula Wakil Ketua II DPR Papua Tengah, Petrus Izaach Suripatty; Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak; serta sejumlah pejabat TNI-Polri dan unsur pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menyampaikan koordinasi dan sinergi lintas instansi terus diperkuat untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di Papua.

Ia menyebut Operasi Damai Cartenz-2026 mengedepankan profesionalisme, pendekatan humanis, penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta perhatian terhadap keselamatan personel dan kepercayaan masyarakat.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Ardiansyah Daulay, menambahkan arahan Menko Polkam menjadi penguatan bagi personel untuk menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Menurutnya, keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan tugas di lapangan, tetapi juga melalui kepedulian, komunikasi, dan kepercayaan masyarakat.

Melalui pengarahan tersebut, seluruh personel diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas keamanan, keselamatan anggota, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.