Jakarta, fajarpapua.com – Ketersediaan air layak minum masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di Sorong, Papua Barat Daya. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Petrosea Tbk (IDX: PTRO) menghadirkan inovasi sosial PetroHygiene – Rainwater to Drinking Water Initiative, yang mengubah potensi air hujan menjadi sumber air alternatif melalui sistem pemanenan, penampungan dan pengolahan.
Dikembangkan melalui pilar lingkungan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), PetroHygiene mencerminkan komitmen Petrosea dalam menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam.
Program ini memanfaatkan area tangkapan air hujan seluas 350 meter persegi, termasuk area efektif pemanenan seluas 84 meter persegi. Sistem tersebut memiliki kapasitas penangkapan air hujan sebesar 2.658,18 liter, kemampuan produksi hingga 637,96 liter per hari, serta kapasitas penyimpanan mencapai 2.000 liter.
Sejak diimplementasikan, PetroHygiene telah menjangkau sekitar 85 keluarga sebagai penerima manfaat langsung. Selain membantu meningkatkan ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari, program ini juga memberikan manfaat dari aspek lingkungan, kesehatan dan ekonomi.
Dari sisi lingkungan, pemanfaatan air hujan membantu mengurangi limpasan air permukaan (surface runoff). Sementara itu, hasil pemantauan program menunjukkan penurunan kasus gangguan kesehatan terkait air sekitar 66 persen.
Secara ekonomi, PetroHygiene berpotensi mengurangi pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan air hingga 98 persen. Penghematan secara keseluruhan bagi keluarga penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar Rp359 juta per tahun.
“Melalui PetroHygiene, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi berdampak nyata dapat dimulai dari pemanfaatan sumber daya di sekitar menjadi solusi yang bermanfaat. Bagi Petrosea, keberhasilan program tidak hanya diukur dari teknologi yang diterapkan, tetapi juga dari manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Kami berharap inisiatif ini dapat dikembangkan dan menginspirasi penerapan solusi serupa di wilayah lain,” ujar Direktur PT Petrosea Tbk, Meinar Kusumastuti.
Inovasi PetroHygiene juga meraih penghargaan Gold Kategori Inovasi Sosial dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang diselenggarakan PT SUCOFINDO (Persero) pada September 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Petrosea dalam menghadirkan solusi berbasis lingkungan yang menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi kesehatan, sosial dan ekonomi.
Pencapaian ini sekaligus mendorong Petrosea untuk terus mengembangkan inovasi sosial yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam menjalankan kegiatan usaha, Petrosea juga menempatkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) sebagai bagian penting dalam pencapaian target operasional dan keuangan perusahaan. Hal ini diwujudkan melalui penerapan target zero accident, operational excellence dan continuous improvement.
Selain itu, pengelolaan risiko dan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi landasan bagi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. (ron)









