Lewati ke konten utama

Pemkab Mimika Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Redaksi Fajar PapuaPenulis
08.07 WIT2 menit baca112 dibaca
Bupati Mimika Johannes Rettob memimpin apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan bencana 2026 di Kantor Pusat Pemerintahan
Bupati Mimika Johannes Rettob memimpin apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan bencana 2026 di Kantor Pusat PemerintahanFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com- Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, termasuk kebakaran hutan, di wilayah itu dengan menggelar apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan bencana 2026 di Kantor Pusat Pemerintahan SP3.

Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Jumat, mengatakan pemkab perlu melaksanakan apel siaga sebagai salah satu upaya memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta seluruh sumber daya yang dimiliki dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

"Bencana itu datangnya tiba-tiba tidak pernah kita duga. oleh karena itu penanganannya harus dilakukan secara cepat dan tepat sehingga musibah dapat dikendalikan agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar," ujarnya.

Ia menjelaskan apel kesiapsiagaan ini menjadi kesempatan menyatukan persepsi, mempererat kesiapan personel, serta memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata dan komitmen dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh sektor khususnya dalam upaya menanggulangi bencana," ujarnya

Melalui kegiatan ini, setiap instansi dan sektor yang tergabung dalam satuan tugas dapat mempersiapkan segala sesuatu sejak dini, baik berkaitan dengan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun dukungan sumber daya lainnya.

"Dengan kesiapan yang baik kita berharap setiap potensi bencana dapat diantisipasi, ditangani dengan cepat, tepat, terkoordinasi," ujarnya.

Ia menegaskan bencana alam, termasuk kebakaran hutan, tidak hanya menimbulkan kerugian material tetapi mengancam keselamatan jiwa masyarakat.

"Oleh karena itu kita harus siaga, siaga merupakan bagian penting bertujuan untuk mencegah risiko dan kerugian akibat bencana," ujarnya.

Ia mengatakan saat ini Mimika sedang situasi kemarau panjang karena dipengaruhi El Nino.

Situasi ini, ujar dia, menyebabkan terjadinya kekeringan dan rawan kebakaran.

Oleh karena itu, masyarakat Mimika diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan pertanian baru dengan cara membakar karena rawan menyebabkan kebakaran.

Apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan bencana 2026 di Kantor Pusat Pemerintahan SP3 diikuti sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, TNI, Polri, SAR Timika, dan instansi vertikal di daerah setempat.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.