Timika, fajarpapua.com- Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah akan membangun Rumah Aman untuk menjadi tepat perlindungan sementara bagi para korban kekerasan terutama, perempuan dan anak di wilayah itu.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mimika Yohana Arwam di Timika, Jumat, mengatakan pembangunan Rumah Aman akan dilakukan pada 2027.
"Lokasi lahan untuk pembangunan rumah itu sudah ada, tinggal perencanaan dimatangkan. Kami sudah koordinasi dengan pimpinan kami dan juga dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Kami berharap tahun depan sudah bisa dibangun," ujarnya.
Rumah Aman, kata dia, dibutuhkan untuk melindungi para korban, mengingat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah itu, seperti kekerasan seksual pada anak, kekerasan fisik dan kekerasan rumah tangga sering terjadi.
"Kalau mereka mengalami trauma paling tidak ada tempat yang aman untuk mereka, di rumah itu nanti ada ruang konseling dan ada juga penjaga yang menjaga sehingga para korban ini dipastikan benar aman-aman. Selama ini kami juga punya dua orang psikolog yang membantu menangani trauma pasca-kekerasan yang dialami para korban," ujarnya.
Meskipun belum memiliki Rumah Aman, DP3AP2KB Mimika tetap memberikan perlindungan kepada para korban yang mengalami kekerasan di daerah setempat.
"Contohnya kemarin ada klien kami lebih dari satu minggu,klien kami bersama dengan anaknya dan itu tentunya membutuhkan tempat dan akomodasi, tetapi kami tetap berupaya untuk melindungi korban. Puji Tuhan ada orang-orang baik yang membantu kami ketika kami membutuhkan tempat," ujarnya.
Ia berharap, pembangunan Rumah Aman dapat direalisasikan pada 2027 sehingga dapat membantu DP3AP2KB Mimika memberikan pelayanan secara optimal kepada para korban kekerasan, terutama perempuan dan anak.(ant)










