Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Balas Dendam, TPNPB-OPM Klaim Bantai 7 Warga Sipil di Yahukimo dan Pegunungan Bintang

image
imageFoto / NASIONAL
Redaksi2 menit baca16 kali dibaca

Jayapura, fajarpapua.com – Kelompok bersenjata yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah membunuh tujuh warga di wilayah perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang.

Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang dirilis Rabu (22/4/2026) oleh juru bicara OPM, Sebby Sambom.

Dalam keterangan itu disebutkan, operasi dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dan Kodap XXXV Bintang Timur pada 20 hingga 21 April 2026 malam. Operasi dilakukan sebagai pembalasan atas pembunuhan sejumlah warga sipil yang dituding dilakukan aparat militer.

“Dalam operasi itu kami berhasil mengeksekusi tujuh orang agen intelijen militer pemerintah Indonesia hingga tewas,” ujarnya.

TPNPB menyatakan siap bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Mereka mengklaim korban merupakan agen intelijen militer yang disebut telah memasuki wilayah konflik bersenjata. “Eksekusi tersebut kami lakukan karena mereka melanggar ultimatum TPNPB,” tuturnya.

Pihak TPNPB juga merilis rumah yang dibakar serta tubuh korban yang ikut hangus.

Selain itu, TPNPB juga menyinggung insiden lain di Kabupaten Puncak yang menurut mereka menimbulkan korban jiwa warga sipil. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut meminta pemerintah pusat dan aparat keamanan bertanggung jawab atas berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua.

Pernyataan tersebut juga ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Pangdam XVII/Cenderawasih Febriel Buyung Sikumbang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim tersebut, termasuk identitas korban yang disebut sebagai agen intelijen militer.