Jakarta, fajarpapua.com - Rumah orang tua Angga Fernanda Afrion (27), penumpang Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta, di Sungai Sapiah RT 03 RW 03, Kelurahan Sungai Sapiah, Kuranji, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ramai dikunjungi oleh keluarga serta kerabat pada Sabtu (9/1) malam.
Para kerabat berdatangan setelah mendapat kabar bahwa Angga yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara itu, menjadi salah seorang penumpang Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ 182 yang mengalami kecelakaan.
"Angga anak yang baik, mudah bergaul dan hubungannya baik dengan warga sekitar," kata salah seorang saudaranya, Irwati (45).
Ia menuturkan, setiap Angga pulang ke Padang selalu menyempatkan diri untuk mengobrol dengan orang-orang sekitar termasuk dirinya.
Sementara dari Makassar dilaporkan rumah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, Ricko Damianus Mahulette, dipadati kerabat di Kompleks Puri Kencana Asri, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu dini hari.
"Belum tahu kabar pastinya. Besok saya ke Jakarta untuk memastikan," ujar ayah korban, Damianus Mahulette didampingi istri, anak keduanya serta kerabat.
Di tempat berbeda, keluarga pilot Sriwijaya Air, Captain Afwan masih berharap kabar baik dari hilangnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di atas Pulau Lancang Kepulauan Seribu, Sabtu sore.
"Kita juga berharap, bahwa ada kabar baik yang insyaAllah nanti datang," ungkap keponakan Captain Afwan, Muhammad Akbar saat menyampaikan keterangan pers di kediaman pamannya itu di Perumahan Bumi Cibinong Endah (BCE) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam.
Menurutnya, kini keluarga bersama pihak maskapai sama-sama masih mencari informasi akurat mengenai kondisi terkini para penumpang pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut.
"Satu jam yang lalu direksi Sriwijaya Air sudah berkabar dengan kami, semua sama-sama masih mencari informasi yang lebih detil dan lebih valid. Yang pasti, pihak keluarga masih sangat berharap adanya kabar baik," terang Akbar.
Kopilot Sriwijaya SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang dikabarkan hilang kontak pada Sabtu, sekitar pukul 16.30 WIB, bernama Diego Mamahit, dikenal sosok yang loyal dan ramah.
Salah seorang teman sekolah Diego, Alfred, di Jakarta, Sabtu, mengatakan saat masih bersekolah bersama, Diego dikenal sebagai anak yang santun dan ramah.
“Diego kalau dulu orangnya ‘friendly’ (ramah) banget sama orang lain, kalau sama kita teman-teman dekatnya juga loyal banget sih,” kata dia.
Diego lulusan SMAN 5 Bekasi. Ia yang lulus SMA pada 2005, memilih jurusan IPS dan berada di kelas Sos 5.
Biasanya Diego akrab dipanggil Ego oleh sahabat-sahabat dekatnya. Saking ramahnya, rumah Diego selalu dijadikan tempat berkumpul oleh teman-teman satu gengnya.
“Rumahnya dia memang suka buat tempat kita kumpul main bareng,” kata Alfred.
Ia mengaku terakhir bertemu Diego pada 2018 di mana ketika itu Diego telah menikah.
“Setelah menikah dan berkeluarga dia berubah menjadi sosok yang ‘familyman’ banget,” kata dia.(ant/ana)

