Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un, Jamaah Haji Asal Mimika Wafat di Rumah Sakit King Abdullah Makkah

Kenang-kenangan. Nampak Ny. Rasia Jabara Banto (tengah) didampingi Petugas Haji Kloter UPG-29 Makassar saat dirawat di RS King Abdullah Makkah.
Kenang-kenangan. Nampak Ny. Rasia Jabara Banto (tengah) didampingi Petugas Haji Kloter UPG-29 Makassar saat dirawat di RS King Abdullah Makkah.Foto / Mimika
Redaksi Fajar Papua3 menit baca69 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka datang dari Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi.

Salah satu jamaah haji asal Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Ny. Rasia Jabara Banto dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit King Abdullah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (5/6) pukul 13.45 waktu Arab Saudi.

Informasi wafatnya almarhumah disampaikan langsung oleh Pembimbing Ibadah Kloter UPG-29 Makassar, H. Muhammad Hatta kepada fajarpapua.com, Sabtu (6/6) pagi tadi.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia jamaah haji Mimika atas nama Rasia Jabara Banto, Kloter UPG 29, usia 65 tahun di RS King Abdullah Makkah. Semoga almarhumah husnul khatimah, Aamiin,” ujar Hatta dalam keterangannya.

Almarhumah diketahui sebelumnya sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit Arab Saudi akibat gangguan kesehatan yang dialaminya selama menjalankan ibadah haji.

Almarhumah Ny. Rasia Jabara Banto diketahui pada awal musim haji sebelumnya sempat dirawat karena mengeluhkan sakit pada bagian ulu hati yang menjalar hingga ke belakang tubuh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, jamaah tersebut mengalami pembengkakan pada jantung sebelah kiri sehingga harus mendapatkan penanganan intensif.

Namun pada 25 Mei 2026 lalu, Pembimbing Ibadah Haji Kloter UPG-29 Makassar, H. Muhammad Hatta melaporkan kondisi almarhumah mulai membaik dan telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit menjelang pelaksanaan Armuzna.

“Alhamdulillah. Qadarullah salah satu jamaah kami keluar dari RS Saudi sebelum Armuzna,” kata Hatta kala itu.

Armuzna sendiri merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yakni rangkaian puncak ibadah haji yang berlangsung pada 8 hingga 13 Zulhijah.

Pada fase tersebut, jamaah melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina.

Namun usai mengikuti rangkaian puncak ibadah haji, kondisi kesehatan Ny. Rasia Jabara Banto kembali menurun sehingga mendapat perawatan intensif sampai dinyatakan wafat di Rumah Sakit King Abdullah Makkah.

Untuk diketahui, jamaah haji asal Mimika tergabung dalam Kloter UPG-29 Makassar bersama jamaah dari sejumlah daerah di Papua seperti Biak, Asmat, Mappi, Kabupaten Jayapura, dan Merauke.

Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Kloter 29 diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada 12 Mei 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan total 392 orang yang terdiri dari 386 jamaah dan enam petugas pendamping.

Angka Kematian Menurun

Sementara itu Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut angka kematian jamaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia menilai penurunan angka kematian tersebut menjadi indikator positif dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, terutama dari sisi pelayanan kesehatan dan pengelolaan mobilitas jamaah selama menjalani rangkaian Armuzna.

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi jamaah lanjut usia dan jamaah dengan risiko kesehatan tinggi.

Selain itu, evaluasi terhadap kedisiplinan jamaah serta pengaturan penempatan tenda di Arafah dan Mina juga menjadi perhatian pemerintah guna meningkatkan kualitas pelayanan haji Indonesia pada masa mendatang. (mas)

Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un, Jamaah Haji Asal Mimika Wafat di Rumah Sakit King Abdullah Makkah | Fajar Papua