Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Trump Marah Besar saat Wawancara Terkait Manifesto Pelaku Penembakan

Trump Marah Besar saat Wawancara Terkait Manifesto Pelaku Penembakan
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan kemarahannya secara terbuka saat wawancara dengan CNBC yang berlangsung di acara White House Correspondents Dinner, Minggu (26/4). Kemarahan ini dipicu ketika presenter Norah O'Donnell membacakan isi manifesto dari pelaku penembakan yang diduga menargetkan Trump.

Dalam manifesto tersebut, pelaku yang berusia 31 tahun, Cole Tomas Allen, menyatakan kebencian terhadap sosok "pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat" yang menodai tangannya dengan kejahatan. Meski nama Trump tidak disebut langsung, sang presiden terlihat tersinggung dan langsung merespons dengan nada tinggi saat bagian tersebut dibacakan.

"Saya tidak lagi bersedia membiarkan seorang pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat menodai tangan saya dengan kejahatannya," kata O'Donnell saat mengutip isi manifesto. Merespons hal tersebut, Trump langsung mengungkapkan bahwa dirinya bukan pemerkosa dan menegaskan tidak pernah melakukan kejahatan apa pun.

Ketika O'Donnell bertanya apakah isi manifesto itu merujuk padanya, Trump mengabaikan pertanyaan tersebut dan menegaskan, "Saya bukan pedofil." Ia juga menyinggung hubungan dengan Jeffrey Epstein, yang tidak disebutkan namanya dalam manifesto maupun oleh O'Donnell, dengan menyebut bahwa tuduhan-tuduhan itu tidak beralasan dan tidak relevan.

Selain itu, Trump menilai bahwa media, termasuk siaran tersebut, berhaluan kiri dan menentang kebijakan imigrasi serta kebijakan lainnya. Ia pun menegaskan bahwa wawancara ini justru memperlihatkan ketidaksiapan dan ketidakadilan media terhadap dirinya, serta menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah atas tuduhan yang disampaikan dalam manifesto.