Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Trump Klaim Iran Batalkan Eksekusi, Iran Sebut Berita Palsu

Trump Klaim Iran Batalkan Eksekusi, Iran Sebut Berita Palsu
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi1 menit baca0 kali dibaca

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Iran membatalkan eksekusi terhadap delapan perempuan yang melakukan protes pada Januari lalu. Trump menyatakan hal ini melalui akun media sosialnya, Truth Social, pada Rabu (22/4), dan mengaku berterima kasih kepada Iran atas keputusan tersebut.

Dalam unggahannya, Trump mengaku menerima informasi bahwa delapan perempuan yang akan dieksekusi di Iran tidak jadi dihukum mati setelah dirinya meminta pemerintah Iran. Trump juga mengklaim bahwa empat dari mereka akan segera dibebaskan, sementara empat lainnya akan menjalani hukuman penjara selama satu bulan.

Namun, klaim Trump dibantah keras oleh pihak Iran. Melalui situs resmi Pengadilan Iran, Teheran menyatakan bahwa Trump salah besar dan termakan berita palsu. Mereka menegaskan bahwa beberapa perempuan tersebut sudah dibebaskan dan yang lainnya menghadapi tuduhan yang, jika terbukti bersalah, hanya akan berujung hukuman penjara.

Situasi ini menambah ketegangan hubungan diplomatik antara AS dan Iran, yang hingga kini masih memanas. Kedua negara juga belum mencapai kesepakatan mengenai perundingan damai, memperpanjang ketidakpastian di kawasan tersebut.