Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Iran Bebaskan Satu Warga Jepang, Mempererat Hubungan Diplomatik

Iran Bebaskan Satu Warga Jepang, Mempererat Hubungan Diplomatik
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Hubungan antara Iran dan Jepang kembali menghangat setelah Iran melepas salah satu warga negara Jepang yang sebelumnya ditahan. Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, mengonfirmasi bahwa warga Jepang tersebut dibebaskan dari penahanan di Iran dan kini sedang dalam perjalanan pulang ke Jepang.

Menurut Motegi, warga Jepang yang dibebaskan tersebut telah ditahan sejak tahun 2025. Ia menyebut bahwa orang tersebut dibebaskan pada Rabu (18/3) dan berangkat dari Azerbaijan menuju Jepang, dijadwalkan tiba pada hari Minggu. Motegi menegaskan bahwa pembebasan ini merupakan hasil dari upaya diplomasi berulang yang dilakukan kepada Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Identitas warga Jepang yang dilepas belum diungkap secara detail, namun sebelumnya, Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menyebutkan bahwa seorang jurnalis dari lembaga penyiaran Jepang NHK juga menjadi tahanan di Iran sejak Januari. Ia ditangkap oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan dipindahkan ke Penjara Evin, Teheran, pada Februari lalu.

Seiring dengan momen ini, hubungan diplomatik antara Iran dan Jepang menunjukkan peningkatan. Iran bahkan menyatakan kesiapan membantu kapal-kapal Jepang melintasi Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi impor minyak Jepang. Jepang, sebagai salah satu importir minyak terbesar dunia, mengimpor 95 persen minyak dari Timur Tengah, dan 70 persen di antaranya melewati Selat Hormuz.

Langkah ini menunjukkan upaya kedua negara untuk memperbaiki hubungan yang sempat tegang, sekaligus mencerminkan pentingnya kerjasama strategis di tengah ketegangan regional dan kebutuhan ekonomi Jepang akan energi dari Timur Tengah.