Lewati ke konten utama

Kasus ISPA di Mimika Tembus 81 Ribu, Dinkes Tegaskan Bukan Hanya Dampak Kabut Asap

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.10 WIT2 menit baca75 dibaca
Marselino Mameyao
Marselino MameyaoFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Jumlah kasus kumulatif Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mencapai 81.355 kasus selama periode Januari hingga 30 Oktober 2026.

Meski dalam beberapa pekan terakhir Kota Timika sempat diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika menegaskan tingginya angka kasus ISPA tersebut tidak semata-mata dipengaruhi kondisi kabut asap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyao mengatakan kasus ISPA memang tergolong tinggi. Namun, penyebabnya cukup beragam dan tidak hanya berkaitan dengan paparan asap karhutla.

"Memang kasusnya tinggi, tetapi ini bukan hanya akibat pengaruh asap karhutla," ujarnya, Jumat (6/11).

Menurutnya, sebagian besar keluhan masyarakat yang tercatat berupa batuk dan flu biasa yang dialami berbagai kelompok usia.

Meski demikian, Dinkes Mimika tetap meningkatkan langkah antisipasi untuk mencegah gangguan pernapasan berkembang menjadi kondisi kesehatan yang lebih serius, terutama akibat paparan polusi udara.

Marselino mengatakan pihaknya telah meminta staf terkait melakukan pengecekan terhadap perkembangan data kasus ISPA terbaru pada November 2026, terlebih kondisi kabut asap di wilayah Mimika mulai mereda.

"Sudah meminta mereka untuk melakukan pengecekan data terakhir. Apalagi saat ini kabut asap sudah reda," katanya.

Sebagai langkah mitigasi, Dinkes Mimika telah menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) agar tetap siaga memantau perkembangan kasus, melakukan pencatatan, serta bergerak cepat memberikan penanganan medis kepada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Selain itu, kampanye penggunaan masker di ruang publik kembali digalakkan. Seluruh puskesmas juga diminta konsisten melakukan evaluasi dan menyampaikan laporan perkembangan kasus secara mingguan.

Untuk memastikan pemantauan berjalan optimal, Dinkes Mimika mengandalkan sistem pelaporan berjenjang secara real-time dari puluhan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), klinik hingga rumah sakit.

Berdasarkan data pemantauan berkala Dinkes Mimika hingga akhir Oktober 2026, perkembangan kasus ISPA harian menunjukkan angka yang fluktuatif. Jumlahnya dapat berubah setiap hari, bergantung pada perkembangan pasien dan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang telah menyampaikan laporan.

Dinkes Mimika mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika berada di lingkungan berdebu atau berasap, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang tidak kunjung membaik.

Upaya pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan diharapkan dapat menekan risiko peningkatan kasus sekaligus melindungi kesehatan masyarakat Mimika.(ant/red)