Lewati ke konten utama

28 Ibu Hamil di Mimika Terpapar HIV, Dinkes Intensifkan Pencegahan Penularan ke Bayi

Redaksi Fajar PapuaPenulis
18.07 WIT2 menit baca539 dibaca
Ilustrasi ibu hamil konsumsi ARV
Ilustrasi ibu hamil konsumsi ARVFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Sebanyak 28 ibu hamil di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tercatat positif HIV sepanjang Januari hingga September 2026. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Mimika untuk memperkuat pemeriksaan dini, pengobatan, serta pendampingan guna mencegah penularan HIV dari ibu kepada bayi.

Dari 28 ibu hamil yang terdeteksi positif HIV tersebut, sebanyak 24 orang telah mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV). Sementara itu, dalam periode yang sama juga ditemukan satu bayi dengan hasil pemeriksaan HIV positif.

Data tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan HIV sejak awal kehamilan agar ibu yang terinfeksi dapat segera memperoleh penanganan medis dan pendampingan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Berdasarkan data program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA), dari target 6.288 ibu hamil pada 2026, sebanyak 5.454 orang telah menjalani pemeriksaan HIV hingga September.

Capaian tersebut menunjukkan sebagian besar sasaran telah mendapatkan akses pemeriksaan. Namun, upaya memperluas pemeriksaan dan memastikan seluruh ibu hamil mendapatkan layanan tetap perlu diperkuat.

Tidak hanya HIV, pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) pada ibu hamil juga menjadi perhatian.

Hingga September 2026, sebanyak 5.515 ibu hamil telah menjalani pemeriksaan IMS. Dari jumlah tersebut, ditemukan 258 ibu hamil dengan IMS dan 229 orang telah mendapatkan pengobatan.

Sementara khusus pemeriksaan sifilis, tercatat 355 ibu hamil memperoleh hasil positif dan 320 orang di antaranya telah mendapatkan pengobatan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan ibu hamil perlu dilakukan secara terpadu, bukan hanya untuk memantau kondisi kehamilan, tetapi juga mendeteksi penyakit menular yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan ibu dan bayi.

Penguatan integrasi pelayanan HIV, IMS, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi langkah penting untuk memastikan ibu hamil memperoleh pemeriksaan, pengobatan, serta pemantauan secara berkelanjutan.

Pelayanan sejak awal kehamilan sangat dibutuhkan agar ibu yang terdiagnosis HIV atau IMS tidak terlambat mendapatkan penanganan.

Selain itu, ketersediaan obat, tenaga kesehatan, pemeriksaan lanjutan, dan pendampingan selama masa kehamilan hingga persalinan perlu menjadi perhatian fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinas Kesehatan Mimika juga terus mendorong kolaborasi antarfasilitas kesehatan agar pelayanan pemeriksaan dan pengobatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Pencegahan penularan HIV dari ibu kepada anak membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, edukasi kepada keluarga, peningkatan kesadaran ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan, serta penghapusan stigma terhadap pasien menjadi bagian penting dari keberhasilan program.

Melalui penguatan pelayanan terpadu, diharapkan setiap ibu hamil dapat mengetahui status kesehatannya lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat demi melindungi kesehatan ibu sekaligus generasi yang akan dilahirkan.(CR)