Timika, fajarpapua.com – Keluarga sembilan perempuan yang diduga disandera dalam insiden di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 17 Agustus 2026, meminta pihak yang menyandera segera memberikan kepastian mengenai keberadaan para korban.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan keluarga korban melalui juru bicara Namogolime, Rabu (2/9). Keluarga menegaskan, pernyataan yang mereka sampaikan murni berkaitan dengan sembilan perempuan yang dibawa dari Jila serta satu warga yang meninggal dalam insiden tersebut.
“Kami murni keluarga korban dan sandera dari Jila. Kami hanya bicara khusus mengenai anak-anak kami yang dibawa,” demikian Namogolime.
Dalam pernyataan tersebut, keluarga menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta pihak yang menyandera memberikan informasi mengenai keberadaan sembilan perempuan tersebut.
Kedua, keluarga meminta adanya kepastian kondisi dan lokasi para korban sehingga keluarga mengetahui keberadaan mereka.
Ketiga, keluarga meminta agar sembilan perempuan tersebut dipulangkan dalam waktu dekat dan paling lambat sebelum dua bulan ke depan.
Namogolime menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons, mereka mengancam akan mengambil tindakan dengan menahan atau mencari keluarga pihak yang diduga menyandera di Timika.
“Kami akan cari anak-anak dan keluarga pelaku yang sama umur dengan anak-anak kami yang dibawa,” ancamnya.
Keluarga berharap pernyataan tersebut dapat diteruskan kepada pihak yang diduga menyandera dimanapun mereka berada, sehingga tuntutan keluarga dapat diketahui dan mendapat respons.(red)















