Lewati ke konten utama

Tidak Lagi Ditolerir, Polisi Gelar Razia Malam di Kwamki Narama, Sita 115 Anak Panah dan Senapan Angin

Redaksi Fajar PapuaPenulis
08.45 WIT2 menit baca1.340 dibaca
Anak panah dan senapan angin yang diamankan dari razia.
Anak panah dan senapan angin yang diamankan dari razia.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama menjadi perhatian serius Polres Mimika. Kepolisian memperketat patroli malam dan melakukan razia terhadap warga yang diduga membawa senjata maupun benda yang berpotensi digunakan dalam konflik antarkelompok.

Patroli dan razia digelar Selasa (1/9) malam, dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak bersama personel gabungan Polres Mimika.

Penyisiran dilakukan di sejumlah titik sepanjang jalur menuju Distrik Kwamki Narama. Dalam kegiatan tersebut, polisi menemukan sejumlah warga yang membawa busur, anak panah dan senjata tajam.

Barang-barang tersebut langsung diamankan petugas sebagai langkah pencegahan agar tidak digunakan dalam aksi kekerasan.

Dari razia tersebut, polisi mengamankan 11 busur, 115 anak panah, tiga parang dan satu pucuk senapan angin.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, patroli tersebut merupakan respons kepolisian terhadap situasi keamanan yang masih rawan, terutama menyusul konflik antara kelompok Dang dan Newegalen.

“Kita habis melakukan patroli di sekitar jalan poros sampai ke Kwamki Narama. Kita menemukan beberapa kumpulan masyarakat yang membawa busur dan panah. Namun, ada juga yang melarikan diri,” katanya.

Situasi sempat memanas ketika rombongan patroli kepolisian memasuki salah satu ruas jalan di Kwamki Narama. Kendaraan operasional polisi menjadi sasaran lemparan batu dan anak panah.

Akibat serangan tersebut, satu kendaraan operasional Polres Mimika mengalami kerusakan.

Kapolres menegaskan, langkah kepolisian tidak hanya untuk mengamankan senjata, tetapi juga mencegah konflik berkembang menjadi aksi kekerasan yang lebih luas.

Menurutnya, konflik antarkelompok harus segera dikendalikan karena berpotensi memicu tindak pidana lain, termasuk pembunuhan.

“Razia ini dalam rangka upaya pencegahan perang antara kubu Dang dengan Newegalen. Kita juga melakukan upaya pencegahan terjadinya kriminalitas, termasuk pembunuhan, yang dalam beberapa hari ini terjadi dari kedua kubu,” ujarnya.

Polres Mimika memastikan patroli dan razia akan terus dilakukan. Kepolisian akan meningkatkan kegiatan serupa di sejumlah lokasi yang dinilai rawan.

Selain mengamankan senjata dan benda yang berpotensi digunakan untuk menyerang kelompok lain, polisi juga memburu para pelaku tindak pidana yang muncul di tengah konflik.

“Kita akan rutin terus. Ini akan menjadi suatu kegiatan rutin yang ditingkatkan. Selain razia, kita juga akan terus melakukan upaya-upaya penangkapan terhadap pelaku-pelaku pembunuhan,” tegas Kapolres.

Polres Mimika kembali mengimbau masyarakat tidak membawa atau menyimpan senjata tajam, busur dan anak panah maupun benda lain yang dapat digunakan untuk melakukan kekerasan.

(ron)