Timika, fajarpapua.com- Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menyebut Kampung Arwanop dan Kampung Tsinga di Distrik Tembagapura mengalami kekeringan dan krisis air bersih parah akibat kemarau panjang dampak El Nino yang melanda wilayah itu.
Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Senin, mengatakan pihaknya segera mengirim bantuan bahan makanan dan air bersih ke kedua kampung yang berada di wilayah pegunungan Mimika ini.
"Kampung Arwanop dan Tsinga mengalami kekeringan luar biasa, airnya sudah menipis, tanaman di kebun-kebun milik warga sudah mati. Sekarang ini kami sedang persiapan untuk mengirim bantuan ke sana," ujarnya.
Ia mengatakan bantuan yang akan dikirim ke wilayah itu telah disiapkan oleh pemerintah dan akan dikirim melalui jalur udara karena kedua daerah tersebut hanya bisa ditempuh menggunakan pesawat berbadan kecil dan juga helikopter.
"Karena lokasi itu berada di area PT Freeport Indonesia maka kami harus koordinasi dengan PT Freeport. Bahan makanannya semua sudah siap. Besok tim kami juga akan ke sana dan melihat kebutuhan masyarakat yang ada di sana," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Mimika akan siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang yang menyebabkan terjadi kelangkaan air bersih dan juga bahan makanan akibat gagal panen.
"Daerah Mimika yang lain jika mengalami kekeringan maka kami pemerintah pasti akan bantu. Sekarang kami menunggu laporan dari masing-masing kepala distrik," ujarnya.
Ia mengatakan, selain Kampung Arwanop dan Kampung Tsinga di Distrik Tembagapura, dampak kemarau panjang juga menyebabkan jalur transportasi melalui sungai menuju Distrik Agimuga mengalami kekeringan, membuat kapal pengangkut bahan makanan tidak bisa berlabuh di Pelabuhan Kampung Kiliarma yang merupakan ibu kota distrik.
"Sungai yang jadi alur transportasi mengalami ke kekeringan dan menjadi dangkal sehingga kapal besar tidak bisa lewat untuk mengantar barang langsung ke ibu kota distrik. Tapi solusinya sudah ada kapal besar membawa sampai ke Kampung Fakafuku Distrik Agimuga, kemudian dipindahkan ke perahu-perahu kecil lalu di bawa ke Kampung Kiliarma," ujarnya.(ant)









