Lewati ke konten utama

Bulog Beli 315 Ton Jagung Pipilan dari Petani se Tanah Papua, 2,5 Ton Disimpan di Gudang Timika

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.06 WIT2 menit baca20 dibaca
Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari
Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad MustariFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com- Perum Bulog Kanwil Papua telah membeli sebanyak 315 ton jagung pipilan dari petani se-Tanah Papua sebagai bagian untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

"Jagung pipilan itu dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen," kata Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari kepada ANTARA, di Jayapura, Minggu.

Menurut dia, saat ini jagung pipilan tersebut tersimpan di gudang-gudang milik Bulog yang tersebar di lima dari enam provinsi yang menjadi wilayah kerja Bulog Papua.

Adapun wilayah kerja Perum Bulog Kanwil Papua meliputi enam provinsi di Tanah Papua yakni Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Saat ini jagung yang dibeli dari petani itu tersimpan di gudang Jayapura sebanyak 162 ton, Nabire 32 ton, Timika 2,5 ton, Merauke 31 ton, Manokwari 73 ton, Fakfak 13 ton dan Sorong 680 ton.

"Jagung-jagung yang dibeli dari petani itu kini disimpan di gudang yang berada di tujuh kabupaten dan kota di lima provinsi di Tanah Papua, kecuali Provinsi Papua Pegunungan, " kata Ahmad Mustari.

Menurutnya, Bulog Papua sebelumnya sudah menjual jagung pipilan sebanyak 100 ton dan dikirim ke Surabaya setelah mendapat izin dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan seharga Rp 5.500 per kilogram.

Jagung tersebut nantinya akan dijadikan pakan ternak sebagai bagian dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung untuk membantu peternak membuat pakan dengan harga murah, kata Ahmad Mustari.

Secara nasional, Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap hingga 1 juta ton jagung guna memperkuat cadangan pangan nasional dan pakan ternak.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.