Lewati ke konten utama

Perahu Serui-Waropen Hilang, Ditpolairud Papua Tengah Perluas Pencarian Lima Penumpang

Redaksi Fajar PapuaPenulis
15.52 WIT3 menit baca90 dibaca
Pencarian perahu motor berwarna putih yang menggunakan dua mesin tempel masing-masing berkekuatan 15 PK yang bertolak dari Serui.
Pencarian perahu motor berwarna putih yang menggunakan dua mesin tempel masing-masing berkekuatan 15 PK yang bertolak dari Serui.Foto / Papua Tengah
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua Tengah terus melakukan pencarian terhadap sebuah perahu motor yang dilaporkan hilang saat dalam perjalanan dari Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, menuju Kabupaten Waropen, Papua.

Perahu motor berwarna putih tersebut menggunakan dua mesin tempel masing-masing berkekuatan 15 PK. Perahu bertolak dari Serui pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIT dengan membawa lima orang, terdiri dari satu motoris dan empat penumpang.

Kelima orang tersebut yakni Amsal Yowei selaku motoris, Malfin Yowei, serta tiga anggota Polres Waropen, yakni Bripda Lamek Abon, Bripda Farel Raunsai dan Bripda Melfin Maniani.

Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Papua Tengah Kombes Pol Mas Anton Widyodigdo mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel untuk membantu pencarian.

“Ini hari ketiga kita ikut melakukan pencarian. Personel terus bergerak menyisir sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi jalur hanyutnya perahu. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan masyarakat pesisir untuk mendapatkan informasi sekecil apa pun yang dapat membantu menemukan lima orang yang berada di dalam perahu,” kata Mas Anton, Rabu (26/8/2026).

Ia menjelaskan, informasi mengenai kondisi perahu pertama kali diketahui setelah salah satu penumpang, Bripda Lamek Abon, menyampaikan informasi melalui grup komunikasi bahwa rombongan mengalami kondisi hanyut di tengah laut.

“Berdasarkan informasi terakhir yang diterima tim, perahu tersebut diduga hanyut ke arah barat menuju perairan wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah,” jelasnya.

Pencarian Diperluas

Pada hari pertama, tim melakukan pencarian di sejumlah wilayah perairan, di antaranya Mor, Mambor dan Wapoga. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan unsur SAR menuju perairan Nabire Timur. Penyisiran dilakukan di permukaan laut sekaligus menyusuri sejumlah pesisir pantai yang diperkirakan menjadi lokasi perahu terbawa arus.

Sejumlah sektor menjadi sasaran pencarian, yakni Sektor A di sekitar perairan Kampung Napan, Distrik Napan; Sektor B di sekitar perairan Pulau Moor, Distrik Kepulauan Mora; serta Sektor C di sekitar Pulau Babi, Distrik Kepulauan Mora.

Tim kemudian melanjutkan penyisiran menuju wilayah Wapoga. Dari wilayah tersebut, personel bergerak menuju Kampung Hariti, Mambor dan sejumlah pulau di sekitarnya untuk memperluas area pencarian.

“Dalam pelaksanaannya, personel Ditpolairud juga terus berkoordinasi dengan masyarakat di wilayah pesisir. Informasi dari masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan arah pencarian, terutama dengan mempertimbangkan kondisi arus, angin dan karakteristik perairan,” jelasnya.

Kabut Asap Hambat Pencarian

Upaya pencarian menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kabut asap dan kondisi udara yang kabur akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di laut sangat terbatas, sekitar 300 meter. Situasi ini menyulitkan personel melakukan penyisiran secara visual sekaligus meningkatkan risiko keselamatan dalam pelayaran.

“Dengan kondisi jarak pandang yang sangat terbatas, pencarian pada hari kedua akhirnya dihentikan sementara sekitar pukul 17.45 WIT dengan tetap mempertimbangkan keselamatan personel,” tuturnya.

Mas Anton menegaskan, pencarian akan terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama seluruh unsur terkait dan memperhatikan perkembangan informasi di lapangan.

“Kami berharap ada informasi dari masyarakat maupun pihak lain yang melihat keberadaan perahu tersebut. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti. Yang paling penting saat ini adalah keselamatan lima orang yang berada di dalam perahu dan upaya menemukan mereka secepat mungkin,” tegasnya. (ron)