Jakarta mendesak pemerintah Israel segera membebaskan sembilan warga negara Indonesia dan relawan yang tergabung dalam armada kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF). Kapal-kapal ini ditangkap di perairan Mediterania Timur setelah mereka berupaya menyalurkan bantuan ke wilayah yang sedang mengalami blokade ketat oleh Israel.
Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan keprihatinan mendalam dan menegaskan perlunya jaminan keselamatan serta kelanjutan pengiriman bantuan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional. Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Ankara, Kairo, dan Amman untuk menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan WNI dan relawan yang terlibat.
Sementara itu, Kemlu Indonesia juga mengecam keras tindakan militer Israel yang menahan kapal-kapal relawan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Hingga saat ini, kementerian mengonfirmasi penangkapan setidaknya sepuluh kapal, termasuk kapal yang membawa jurnalis Republika, Bambang Noroyono, yang hingga kini belum dapat dihubungi dan statusnya belum diketahui.
Selain itu, GPCI, sebagai perwakilan nasional Indonesia dalam GSF, melaporkan adanya WNI bernama Andi Angga Prasadewa yang tergabung dalam delegasi GPCI-Rumah Zakat di kapal Josef. Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyidin, menyatakan bahwa keselamatan mereka menjadi prioritas utama dan menegaskan penolakan terhadap kriminalisasi misi kemanusiaan di perairan internasional.

