Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Netanyahu Akui Israel Kuasai 60% Wilayah Gaza di Tengah Kekerasan Berkelanjutan

Netanyahu Akui Israel Kuasai 60% Wilayah Gaza di Tengah Kekerasan Berkelanjutan
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Jakarta, Fajar Papua - Presiden Israel Benjamin Netanyahu secara resmi mengakui bahwa pasukan militer Israel telah menguasai 60 persen wilayah Gaza, Palestina. Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang semakin memanas dan terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat sejak Oktober lalu.

Dalam pidatonya saat memperingati Jerusalem Day pada 14 Mei, Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel, yang dikenal sebagai IDF, telah memperluas pengaruhnya di wilayah Gaza. Ia menyebutkan bahwa selama dua tahun terakhir, kekuatan dan tekad rakyat Israel, termasuk militer, telah menunjukkan keberanian dan kekuatannya, serta berhasil membebaskan semua sandera dari tangan Hamas.

Selain mengklaim penguasaan 60 persen Gaza, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tetap berkomitmen memburu milisi Hamas di wilayah tersebut, meskipun ada desakan internasional agar mereka berhenti. Ia menambahkan, "Kami tidak akan mundur, hari ini kami menguasai 60 persen; besok, kita lihat saja."

Pernyataan Netanyahu ini menandai pengakuan resmi pertama dari pihak Israel bahwa militernya secara aktif dan terus-menerus memperluas wilayah kekuasaannya di Gaza di luar batas yang diatur dalam perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober. Media internasional melaporkan bahwa pasukan Israel bergerak menuju 'Garis Oranye' yang baru, melampaui ketentuan awal yang membatasi mereka di 'Garis Kuning'.

Sementara itu, di wilayah Tepi Barat, kekerasan juga meningkat. Otoritas Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel menewaskan seorang remaja berusia 15 tahun, Fahd Zidan Oweis, di Nablus. Jenazahnya dikabarkan ditahan oleh pihak berwenang Israel, sementara tentara Israel menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan untuk menindak orang berbahaya yang melempar batu ke kendaraan militer di jalan utama.

Sejak awal perang di Gaza pada Oktober 2023, angka kekerasan di kedua wilayah terus bertambah. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan bahwa lebih dari 850 warga Palestina tewas di Gaza, sementara di Tepi Barat, setidaknya 1.072 warga meninggal dunia akibat konflik dan operasi militer Israel. Di sisi lain, korban jiwa dari warga Israel selama periode yang sama tercatat sebanyak 46 orang.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa konflik di wilayah Palestina belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan semakin diperkuat oleh klaim penguasaan wilayah oleh Israel dan peningkatan kekerasan di kedua sisi. Dunia internasional pun mendesak agar kedua belah pihak menahan diri dan mencari solusi damai untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.