Timika, fajarpapua.com - Sejak minggu lalu, BBM terutama premium, pertalite dan solar disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Timika sering mengalami kelangkaan.
Cepat kosongnya BBM ini berdampak pada cepatnya penutupan layanan SPBU sehingga menimbulkan antrian yang panjang.
Bahkan stok pertamax yang biasanya tak ada permasalahan, juga cepat habis karena sebagian pengguna kendaraan beralih ke BBM jenis ini meski harganya yang tak bersahabat.
Spekulasi yang beredar di kalangan warga bahwa langkanya BBM kali ini diakibatkan oleh pasokan dari Jober Pertamina Timika yang telah di jatah untuk setiap SPBU nya dan tidak bisa melebihi Kuota yang telah ditetapkan.
Pasokan BBM terutama jenis premium yang merupakan BBM bersubsidi terpaksa dibatasi karena jumlah pengguna BBM jenis ini semakin banyak dan tidak didata oleh pihak SPBU.
Namun anehnya, meski stok di SPBU di Timika sering habis, namun stok di penjual eceran selalu tersedia bahkan berlimpah
Kondisi ini membuat warga curiga, saat ini ada aksi penimbunan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan.
"Hri ini sebagian besar SPBU hbis bahan bakar semua jenis…pertaxaanya..stok d Pertamina habis atau ada oknum tertentu mulai menumpuk lgi..?? mohon penjelasan dri pihak terkait," tulis FFarah, salahsatu warga Timika di WhatsApp Grup Eme Neme Yauware, Minggu (15/8).
Dirinya merasa heran, karena pihak SPBU menyarakan BBM kosong tapi kenapa banyak pengecer yang memiliki stok untuk dijual
Hal ini membuat warga berpikir bahwa pihak SPBU mengutamakan melayani pedagang eceran.
Dugaan ini memang bisa dibenarkan, karena dari pantauan fajarpapua.com, terlihat pedagang eceran dengan menggunakan jerigen terlihat bebas membeli BBM terutama jenis Pertalite yang memang non subsidi.
Bahkan pada akhir pekan kemarin, salahsatu SPBU sempat menutup satu lajur layanan nozle BBM untuk melayani pembelian menggunakan jerigen.
Dalam aksinya dalam membeli BBM dalam jumlah besar, para pedagang eceran ini juga tidak segan-segan membawa puluhan jerigen dengan menggunakan mobil.
Mereka biasanya berdalih sebagai nelayan atau warga pesisir yang membutuhkan BBM untuk perahu karena hendak kembali ke kampung mereka.
Padahal BBM tersebut setelah sampai dirumah, bahan bakar disedot dan dipundahkan ke drum untuk kemudian di ecer.
Manager Comunication & Relation Papua Maluku, Edy Mangun belum merespon saat dihubungi fajarpapua.com melalui sambungan telepon.
Namun salahsatu pejabat di Pertamina Timika sebut saja Nanda yang dihubungi fajarpapua.com melalui WhatsApp tidak berkomentar banyak terkait hal ini.
Namun demikian yang bersangkutan sempat membalas beberapa pertanyaan fajarpapua.com melalui pesan WhatsApp.
Dalam penjelasannya, sering habisnya stok BBM disejumlah SPBU di Timika diakui karena ulah para pengecer.
"Pengecer pak yg bkin cpt habis," ujarnya saat menanggapi pertanyaan fajarpapua.com terkait stok BBM yang sering habis.
Yang bersangkutan juga menegaskan, bahwa tidak ada masalah terkait distribusi dari Jober Pertamina Timika ke SPBU.
"Tidak ada (masalah-Red). Ini sedang saya koordinasikan sm pemda, agar pengecer ada batas maksimal pembelian," ujarnya.
Terkait apakah pengecer tidak bisa ditertibkan karena melanggar tata niaga BBM, yang bersangkutan menegaskan penertiban tersebut adalah wewenang pemerintah daerah dan kepolisian.
Sementara apakah pihak SPBU tidak bisa membatasi pembelian terutama untuk pihak yang diduga pengencer, dirinya menjelaskan bahwa hal itu sudah dilakukan namun sering menimbulkan konflik di lapangan
"Sudah dilakukan Pak, tp pengecernya marah2 kadang sampai kontak fisik sm petugas spbu," tuturnya. (mas)

