Merauke, fajarpapua.com – Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC menghimbau masyarakat Merauke khususnya umat Katolik untuk tidak takut menghadapi ancaman terorisme yakni aksi peledakan bom bunuh diri di Gereja Kathedral Merauke maupun ancaman pembunuhan terhadap dirinya.
Seruan Uskup Agung Merauke ini disampaikan langsung ketika dikonfirmasi fajarpapua.com usai memberikan Sakramen Krisma kepada krismawan/krismawati di Gereja St. Yoseph Bambu Pemali (Bampel) Merauke, Rabu (2/6).
“Saya mengimbau bahwa kita jangan takut. Malah, kalau kita takut teroris itu berhasil. Tetapi bukan berarti kita tidak hati-hati. Kita harus waspada sebagai umat yang percaya kepada Tuhan percayalah, kekuatan Roh Kudus lebih kuat dari kekuatan setan, yang merasuki para teroris,” kata Uskup Mandagi.
Uskup Mandagi mengutuk keras paham radikal dan terorisme yang mengatasnamakan agama, karena sudah tentu paham radikal dan terorisme itu bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri.
“Mereka (teroris, red.) itu bukan beragama. Jadi, jangan kita juga membenci umat Muslim. Tidak ada umat Muslim yang menyukai kekerasan. Mereka hanya memakai nama Muslim untuk kehendak dan kepentingan mereka. Jadi saya imbau kepada umat Muslim, tenang saja! Kita akan saling melindungi satu sama lain terhadap serangan dari para teroris,” pesan Uskup.
Uskup juga mengapresiasi upaya dan kerja keras Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Tim Densus 88 dan Polres Merauke dalam mengungkap keberadaan terduga teroris dan menangkap pelakunya yang merencanakan aksi teror di tempat-tempat ibadah untuk meresahkan masyarakat Merauke.
“Tentu terima kasih kepada para, aparat keamanan, polisi dan tentara. Terima kasih, anda telah berhasil untuk menjaga keamanan di sini, menangkap para terduga teroris. Tentu saja, tetap hati-hati terhadap orang-orang yang datang mengacaukan Tanah Papua Selatan, Merauke. Usir! mereka dari sini, karena Tanah Papua Selatan adalah tanah damai, tanpa kekerasan dan terorisme,” tegas Uskup Mandagi.
Disinggung wartawan terkait dua kali ancaman pembunuhan terhadap dirinya, Uskup yang juga pernah menjadi tokoh perdamaian di Maluku itu dengan tenang dan senyum menanggapinya. Uskup Mandagi malah menyerukan kedamaian dan pertobatan untuk para terduga teroris.
“Bersyukur kepada Tuhan bahwa tidak terjadi. Berarti kekuatan Tuhan lebih kuat dari teroris. Jadi bagi saya, saya tidak merasa takut dan sebagainya. Malah saya bersyukur kepada Tuhan. Ini juga menguji iman kita, percaya kah kita kepada Tuhan atau tidak? Sekali lagi, saya tidak takut, karena kalau saya nanti masyarakat takut juga, umat Katolik takut juga, dan para teroris berhasil.
“Saya mengimbau kepada para teroris atau yang mencoba-coba menjadi teroris, dan belum ditangkap, bertobatlah anda. Kamu bikin rusak Negara Republik Indonesia dan Tanah Papua Selatan. Jangan, jangan, jangan!!” seru Uskup Agung Mandagi. (hrs)

