Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Hari Ini, Tim Gabungan Kembali Temukan 17 Potongan Tubuh Manusia di Lokasi Ledakan Bom Biak

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait terus melakukan upaya pencarian, identifikasi korban, dan sterilisasi lokasi pasca-ledakan dari bom peninggalan Perang Dunia II
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait terus melakukan upaya pencarian, identifikasi korban, dan sterilisasi lokasi pasca-ledakan dari bom peninggalan Perang Dunia IIFoto / PAPUA
Redaksi Fajar Papua3 menit baca7 kali dibaca

Jayapura, fajarpapua.com – Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, serta sejumlah instansi terkait kembali menemukan 17 potongan tubuh manusia di lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan Kompleks Ikan, Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (6/6).

Temuan tersebut menjadi bagian dari proses pencarian korban pada hari keenam (H+6) pasca-ledakan bom yang terjadi pada 31 Mei 2026 lalu.

Seluruh potongan tubuh yang ditemukan langsung dievakuasi dan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.

Kapolres Biak Numfor, Ari Trestiawan mengatakan, tim gabungan hingga kini masih fokus melakukan pencarian korban yang belum ditemukan sekaligus menuntaskan penyelidikan penyebab ledakan.

“Area Ring Satu saat ini telah dinyatakan steril 100 persen, namun masyarakat tetap tidak diperkenankan memasuki lokasi demi keselamatan dan kelancaran proses pencarian serta penyelidikan yang masih berlangsung,” ujar AKBP Ari.

Selain menemukan potongan tubuh, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya kartu keluarga atas nama Luther Raubabah, satu unit proyektor merek Sony, telepon genggam Samsung, bor listrik, tas, dompet, mixer, hingga batang besi sepanjang sekitar 40 sentimeter.

Tim DVI Periksa 34 Potongan Tubuh

Sementara itu, Tim DVI Polda Papua telah memeriksa sebanyak 34 potongan jaringan tubuh yang ditemukan selama proses pencarian.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, enam sampel DNA postmortem berhasil diambil dan akan dikirim ke Laboratorium DNA Bareskrim Polri guna membantu proses identifikasi korban secara ilmiah.

Di sisi lain, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) turut menemukan 21 serpihan logam yang diduga berkaitan dengan ledakan.

Selain itu ditemukan pula mata gergaji, gagang gergaji besi, serta mata gerinda dalam radius sekitar 50 meter dari pusat ledakan.

Dalami Penyebab Ledakan Bom

Dalam proses penyelidikan, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya tiga unit perahu, dua unit kompresor lengkap dengan selang dan regulator, beberapa mesin tempel, jaring, fins atau kaki katak, masker selam, hingga sabuk pemberat penyelaman.

Menurut AKBP Ari, seluruh barang bukti tersebut akan diperiksa lebih mendalam oleh tim penyidik dan laboratorium forensik guna mengungkap kronologi pasti ledakan bom peninggalan Perang Dunia II tersebut.

“Kami memastikan seluruh barang bukti yang ditemukan akan diperiksa secara mendalam oleh tim penyidik dan laboratorium forensik. Fokus kami saat ini adalah menemukan korban yang masih belum ditemukan, mengidentifikasi seluruh korban secara akurat, serta mengungkap secara tuntas penyebab peristiwa ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Biak Numfor, Andarias Alik menyebut operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dijadwalkan memasuki tahap akhir.

Namun operasi masih dapat diperpanjang apabila ada pertimbangan dari pemerintah daerah maupun pihak keluarga korban.

Hingga kini, seluruh korban luka dilaporkan menjalani rawat jalan dan mendapatkan pendampingan melalui posko yang disiapkan pemerintah daerah bersama unsur terkait. (hsb)

Hari Ini, Tim Gabungan Kembali Temukan 17 Potongan Tubuh Manusia di Lokasi Ledakan Bom Biak | Fajar Papua