Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Abaikan Keselamatan Jiwa, Satpol PP dan Dinsos Mimika Diminta Tertibkan Pekerja Anak "Jasa Tutup Karton"

Para bocah jasa penutup motor menggunakan karton di jalan Yos Sudarso Timika
Para bocah jasa penutup motor menggunakan karton di jalan Yos Sudarso TimikaFoto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com- Warganet di Kota Timika kembali menyoroti keberadaan pekerja anak khususnya pelaku "Jasa Tutup Karton" yang biasa mangkal di Jalan Yos Sudarso Timika.

Sorotan diberikan karena anak-anak tersebut seringkali mengabaikan keselamatan diri dan pengguna jalan di lokasi tersebut.

Seperti dikeluhkan akun Andi Asril di Info Kejadian Kota Timika Oficial, para pekerja anak tersebut dalam melakukan aktivitasnya dilakukan sembari bermain. Ironisnya, mereka bermain di badan jalan sehingga terkadang membuat para pengguna kendaraan yang melintas kaget dan mengerem mendadak untuk menghindari tabrakan.

"Kepada dinas2 terkait atau satpol PP, kami mohon dengan sangat, tolong ditindak anak2 kecil yg tutup motor pake dus di depan toko irama mas, sekitar citra dan sekitarx. Krn sangat membahayakan pengendara yg lewat mau ank itu sendiri, kadang brcnda di tengah jalan, menyebrang mendadak, kejar2an d tengah jln SM tmn2nya, sering jg duduk2 di tengah trotoar, ini sangat mmbahayakan pngndara dan jiwa ank itu sndri," tulis akun tersebut.

Akun ini bahkan meminta kepada dinas terkait bisa memperhatikan hal itu dan sebisa mungkin membina serta menibdaknya. "Mgkn disini ada dinas2 satpol PP yang baca ini, kami mohon ditindak secara tegas, sblmx kami mohon maaf klu ada yg tdk brkenang dengan berita ini, salam sehat," ujarnya.

Unggahan ini mendapat respon dari akun Izzy Meno yang mengaku mendapati pekerja anak tersebut bercanda saat beraktivitas di jalanan. "Dinsos kerjasama dengan satpol bagus, bahaya nyeberang sana sini kadang bercandanya kelewatan sampe baku dorong di jalan," komentarnya.

Komentar serupa juga ditulis akun Alexander Denilson yang merasa terganggu dengan aktivitas para penjual "Jasa Tutup Karton" yang kelewatan batas saat bercanda.

"Saya pernah mau parkir anak kecil sekitar 3 orang lari berebutan tidak lihat kiri kanan sambil teriak..los..los..sa punya…sa punya..untung saja tidak ada kendaraan yg melajuh ke arah mereka," jelasnya.

Akun ini mengaku ironis dengan nasib pekerja anak-anak tersebut karena diketahui sebagian tidak sekolah, ternyata mereka korban eksploitasi orang tuanya.

"Terus sy tanya dong tidak sekolah k..bapak dengan mama tidak marah k kam begini,,trus uang2 yg orang kasi kam itu kam pakai bikin aps ?? Mereka 3 jawab tidak sekolah bapak dengan mama tidak marah, uang yg kita dapat ksi bapak dengan mama," lanjutnya.

Sementara akun Jo juga merasa heran, karena aktivitas "jasa tutup karton" tersebut dilakukan hingga malam hari yang sebenarnya pemilik motor tidak membutuhkan itu.

"Jangankan hujan atau panas.. malam saja sdah jam 8 mlm ini mereka msih berebutan dstu untuk tutup motor yg parkir, bukannya kita mau bicara krna uang 1000 atau 2000, tapi nyawa itu lebih brharga jaln hidup merka masih panjang. Untung saja dstu dua jalur, seandainya satu jalur mcam jalan budiutomo, kita tdk doakan tapi pasti sdah ada yg kena korban itu. Jadi buat org2 dari adik2 trsebut tolonglah pikirkan perkara mereka kedepannya juga kasian adik2 mrka semua. Salam sehat," tulisnya.

Akun Karol Woytala menanggapi positif postingan tersebut dan berharap dinas terkait segera menindaklanjuti informasi itu.

"Sangat se7 sekali info ini jd segera di tindak lanjuti ini juga kurang ketegasan dri pihak org tuanya jd saran saya dinas sosial kumpulkan anak anak itu tanya keberadan orgtuanya dan panggil tanya kenapa sampai anak disuru seperti ini tp menurut saya itu anak anak ada bos agennya sehingga di suru kumpulkan uang dengan cara seperti itu ini juga perlu ada perhatian dri pihak keamanan," komentarnya.

Menurut akun Iwank Ugie Bone, pekerja anak tersebut sebaiknya dibina dan dikembalikan ke orang tuanya karena belum masuk usia kerja.

"Sebaiknya mrka dibina..krn klu dilihat mrka msh anak2..bukan usia tuk cari uang..ada baiknya ditertibkan dan dikmbalikan keorangtuanya..klu memang krn faktor ekonomi..lbih baik bpknya yg berada disitu..jd juru parkir yg dikoordinir dinas terkait," tutupnya.(mas)

Abaikan Keselamatan Jiwa, Satpol PP dan Dinsos Mimika Diminta Tertibkan Pekerja Anak "Jasa Tutup Karton" | Fajar Papua