Timika, fajarpapua.com - Produksi telur ayam di Timika sudah sejak beberapa tahun melebihi jumlah kebutuhan lokal atau surplus.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Yosefin Sampelino kepada fajarpapua.com, Jumat (23/4).
"Untuk komoditas telur, Kabupaten Mimika sudah tidak perlu mendatangkan dari luar. Hal ini karena kita sudah berhasil meningkatkan produksi disini, bahkan kita sudah surplus," ujarnya.
Dijelaskan Sampelino, produksi rata-rata harian dari seluruh peternak yang ada saat ini sudah mencapai 11 ton lebih per hari.
Jumlah produksi ini jauh diatas kebutuhan kosumsi Kabupaten Mimika yang mencapai 7 ton perharinya.
Dengan kondisi demikian lanjutnya, saat ini produksi harian komoditas telur di Kabupaten Mimika surplus sebanyak 4 ton.
"Karena itu telur produksi peternak Kabupaten Mimika juga dipasok untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten tetangga," ujarnya.
Adapun kabupaten yang menjadi pasar produksi telur Timika diantaranya Kabupaten Asmat, Yahukimo serta beberapa kabupaten di pegunungan.
"Produksi telur dijual keluar Timika karena memang produksi kita lebih dan ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan," terangnya.
Namun demikian, kata Sampelino, sesuai kesepakatan dengan para peternak yang tergabung dalam Himpunan Peternak Unggas Mimika (Hipukami), penjualan telur keluar juga dilihat dari kondisi pasar Timika.
"Jadi kami tinggal melihat kondisi, kalau di Timika masih kurang berarti penjualan keluar daerah ditiadakan. Dengan kesepakatan ini diharapkan tidak ada masalah stok telur untuk memenuhi kebutuhan di Timika," lanjutnya.
Selain itu Sampelino juga menegaskan, pihaknya bersama para peternak menjamin kebutuhan telur menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Stok sampai saat ini aman. Menjelang hari raya nanti kebutuhan telur masih terjamin, masyarakat tidak perlu khawatir," tutupnya. (feb)

