Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Sebelas Pejabat Eselon 2 Pemda Mimika Bakal Diseleksi Ulang, Terlalu Lama Kadis Pendidikan Saatnya Diganti

Tampak bangunan SD Inpres Aikawapuka
Tampak bangunan SD Inpres AikawapukaFoto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Setelah seleksi Sekda definitif Mimika berakhir, ada satu Pekerjaan Rumah (PR) lagi yang wajib dilaksanakan Pemda Mimika yakni melaksanakan seleksi ulang 11 pejabat eselon dua.

Namun, pimpinan daerah dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika diminta segera mengganti pejabat kepala Dinas Pendidikan Mimika.

Pasalnya, selama 6 tahun ini, Pemda Mimika seperti menganaktirikan sekolah swasta dan lebih memprioritaskan sekolah negeri. Para murid wilayah pesisir, pedalaman dan pegunungan sangat bergantung pada sekolah swasta. Aplagi sekolah negeri kebanyakan berada di sekitar kota Timika dan distrik terdekat.

Komisioner ASN, Prof.Dr.Drs. Agustinus Fatem dikonfirmasi fajarpapua.com mengatakan, Pemda diharapkan melakukan penataan jabatan di Kabupaten Mimika secara bertahap, dengan tiga tahapan keseluruhan.

Tahap pertama yaitu seleksi dan pelantikan Sekda Mimika. Hal itu sudah dilalui dan KASN sudah mengeluarkan rekomendasi hingga saat ini Mimika mempunyai Sekda definitif.

Tahap kedua, KASN akan mengkaji setelah dikeluarkannya surat rekomendasi seleksi terbuka untuk 11 jabatan eselon II.

"Entah itu 10 ataupun 11 jabatan tergantung nanti kelengkapan dokumen mereka. Tapi yang pasti 11 jabatan sesuai dokumen sebelumnya yang sudah saya terima, tapi kita pelajari terlebih dahulu dokumen yang masuk, tidak langsung kami putuskan 11, mungkin bisa kurang dari itu," paparnya.

Selanjutnya tahap ketiga yaitu KASN meminta kepada pejabat eselon 3 dan 4 yang merasa dizolimi ataupun dirugikan, agar segera mengumpulkan semua dokumen menjadi satu dan dikirim ke KASN.

"Karena ada banyak laporan yang masuk dari eselon 3 dan 4, ada yang bertemu saya lalu saya kemudian menyampaikan agar yang diberhentikan tidak dengan hormat dari jabatan eselon 3 dan 4, semua buat satu laporan secara kolektif, jangan sendiri-sendiri. Kalau sendiri-sendiri selesai proses satu muncul lagi yang lainnya. Karena kita ini urus satu republik, bukan hanya Mimika yang kami urus," beber Prof Fatem.

Dia mengatakan, 11 pejabat yang akan diseleksi ulang saat ini tetap menjalankan tugas seperti biasa sampai proses seleksi dilaksanakan.

"Setelah proses rekomendasi seleksi selesai, baru dikosongkan jabatan itu. Maksud dari pengosongan jabatan untuk proses penataan ulang bukan pemberhentian. Artinya begini, begitu kami keluarkan rekomendasi untuk proses seleksi, kami akan minta kepada bupati untuk mengosongkan dulu jabatan itu," jelas Fatem.

Dia mengaku tidak bisa memastikan kapan seleksi ulang tergantung Pemda Mimika memenuhi kelengkapan dokumen.

Sementara itu Petrus, alumnus YPPK meminta Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Mimika melakukan evaluasi terhadap nasib dunia Pendidikan Mimika.

Menurutnya selama ini Mimika selalu dihebohkan dengan kebijakan-kebijakan tanpa pertimbangan dari Dinas Pendidikan.

"Contoh paling nyata insentif guru kontrak dulu, penarikan guru honor dan masih banyak lagi yang menimbulkan ketidakpuasan warga. Kami tahu bupati punya niat baik tapi oknum-oknum tertentu yang merusak reputasinya," ujar Petrus.

Dia berharap Kadis Pendidikan yang sudah enam tahun menjabat digantikan figur baru yang bisa membawa perubahan dunia pendidikan Mimika.

"Terus terang sekarang kita hancur. Siswa bisa lulus ujian akhir karena guru yang kerjakan soal ujian, begitu juga dengan kenaikan kelas. Walaupun tidak semua tapi praktek ini terjadi di Mimika, sangat disayangkan," paparnya.

Menurut dia, prestasi semu pendidikan Mimika harus diakhiri. Selain itu perbedaan perlakuan antar sekolah negeri dan swasta mesti dihilangkan. Apalagi sekolah swasta seperti YPPK hadir jauh sebelum pemerintah hadir dan terbukti memberi kontribusi yang luar biasa bagi SDM manusia Papua.

"Saya kira dengan diangkatnya pak Michael Gomar sebagai Sekda berarti ada itikad baik pemerintah dalam merubah daerah ini, saya harap trend ini dipertahankan dengan mengganti pejabat-pejabat yang hanya menabur sensasi dengan pejabat yang benar-benar mau bekerja dengan hati untuk daerah Mimika," harapnya.(tim)