Timika, fajarpapua.com - Curah hujan yang tinggi mengakibatkan longsor serta banjir disekitar area jobb site PT Freeport Indonesia di Mile 68 hingga Mine Operation di Mile 74 pada Sabtu sore.
Dari informasi yang didapat fajarpapua.com dari salahsatu karyawan kontraktor yang tidak mau disebutkan identitasnya menyebutkan hujan mengguyur Tembagapura sejak siang hari.
"Bahkan sebelum hujan, sempat turun salju di area mine Operation," ujarnya melalui sambungan telepon.
Menurut dia, akibat hujan deras ruas jalan antara Mile 68 ke Mile 74 tidak dapat dilalui karena banjir disertai longsoran material bebatuan.
Bahkan lanjutnya, air juga menggenangi area barak karyawan yang berada di Mile 68 yang mengakibatkan terganggunya shift karyawan. "Sampai sekarang kami masih terjebak di mess belum bisa menuju lokasi kerja karena informasinya jalan terputus," ujarnya.
Sementara dari beberapa video dan gambar yang beredar di media sosial, terlihat banjir dan longsor terjadi disejumlah titik di Tembagapura.
Bahkan salah satu akun yang membagikan video banjir di Tembagapura, meminta warga terutama warga yang bermukim di sekitar daerah tersebut untuk waspada.
"Curah hujan tinggi, tingkatkan kewaspadaan buat semua masyarakat di kampung kampung sekitar tembagapura dan sekitarnya. Tuhan jaga dan sertai selalu," tulisnya.
Akun tersebut membagikan empat video yang menggambarkan banjir bandang di beberapa titik yang terjadi di jobsite PT Freeport Indonesia.
Video pertama memperlihatkan sejumlah karyawan yang terlihat sedang menunggu bus jemputan di barak mereka. Sementara disatu sisi, terlihat beberapa unit bus melewati genangan banjir yang ada disekitar barak.
Video kedua juga masih menggambarkan banjir yang berada disekitar barak karyawan. Dimana air menggenangi jalanan yang ada disekitar barak.
Video ketiga, terlihat tiga alat berat yang terdiri dari satu unit excavator, satu unit buldozer mini dan Giant buldozer terlihat dikerahkan untuk mengatur alur air dan material batu yang terbawa arus di jalan penghubung antara Terminal Kontainer dengan area mine Operation.
Sedangkan video keempat, memperlihatkan sejumlah titik air yang membawa material longsor. Meski tidak disertai narasi, lokasi dalam video tersebut diperkirakan berada di Mile 74.
Juru Bicara (Jubir) PTFI, Riza Pratama saat dikonfirmasi fajarpapua.com Sabtu malam mengenai hal itu mengaku akan mengecek informasi lapangan. Namun dia memastikan bahwa peristiwa itu bukan hujan salju.
"Saya belum dapat laporan yang lengkap. Hujan lebat, bukan hujan salju, yang menutup akses jalan di area Ridge Camp dan area Pabrik Mill," tulis Riza melalui pesan WA.
Sementara Karel Luntungan selaku Superintenden Media Relation Corcom PTFI yang dikonfirmasi terpisah mengatakan area yang terdampak banjir di Mile 72-73.
"Kami klarifikasi itu bukan hujan salju tapi hujan lebat biasa. Yang pasti air mengalir dari ketinggian yah melewati Mile 72 ke 73, memang jalan sempat ditutup sementara," ujarnya.
Dikatakan, pukul 18.00 WIT Sabtu hingga malam harinya akses ke Ridge Camp ke 74 ditutup sementara.
"Sekarang petugas Raod Maintenance sedang lakukan grader jalan. Hujan sudah berhenti " ujar Karel yang dihubungi Minggu (7/3) dini hari.(mas/ana)

