Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Benarkah di Timika Ada Eksploitasi Pekerja Anak Lewat Bisnis "Jasa Tutup Karton", Faktanya Bikin Miris

Para bocah jasa penutup motor menggunakan karton di jalan Yos Sudarso Timika
Para bocah jasa penutup motor menggunakan karton di jalan Yos Sudarso TimikaFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Sebagian besar warga Timika, pasti sangat familiar dengan keberadaan sekelompok anak yang menawarkan "Jasa Tutup Karton" dibeberapa lokasi terutama di Jalan Yos Sudarso Timika.

Meski jasa yang mereka tawarkan sangat ecek-ecek dan hanya bermodal karton bekas. Namun nilai rupiah yang mereka kumpulkan jika diakumulasikan cukup besar untuk seukuran anak-anak yang keseluruhannya masih usia sekolah.

Namun sayangnya isu eksploitasi pekerja anak dibalik aktivitas bisnis jasa tutup karton itu menyeruak di media sosial.

Munculnya dugaan ekploitasi pekerja anak ini tertangkap dari sejumlah komentar warganet terhadap postingan akun Laras Kurirku di Grup Facebook Info Kejadian Kota Timika terkait dengan aktivitas jasa tutup karton yang dilakukan anak usia sekolah di Jalan Yos Sudarso Timika.

Menangapi postingan tersebut, akun Zeanlova Enggo secara tegas menghujat orang tua anak-anak tersebut yang secara menyuruh mereka bekerja. "Anak2 itu, mereka disuruh orang tua tuk cari uang, nti tanya kasir di toko mereka tau, orang tuanya sering datng," ujarnya.

Hal itu diamini oleh akun Sari Dri yang pernah bekerja di sekitar tempat anak-anak tersebut menawarkan jasanya. "Iya betul sekali…Saya pernah kerja disitu.. dan orang tua tau anaknya profesinya begitu," tulisnya.

Akun Jefry Ermanto mengungkapkan, anak-anak yang menawarkan jasa tutup karton tersebut ada orang tuanya dan bukan anak terlantar. "Anak2 itu ada ortux, paling ortux yang suruh tu," tulisnya.

Komentar pedas ditulis oleh akun Moksen Ngilyab yang menilai orang tua yang melakukan ekploitasi terhadap anak-anak tersebut tidak tahu diri. "Astaga naga…orang tua tdk tau diri dan malas mencari, harus anak itu dikasih sekolah kah..malah disuruh kerja kaya gitu," komentarnya.

Terkait identitas dan kondisi anak-anak yang terlibat dalam bisnis jasa tutup karton tersebut juga diungkap oleh akun Endasja yang mengaku mengenal mereka.

"Anak-anak itu dulu kos di depan rumahku, orgtuanya tau mereka kerja bgitu, tapi orgtuanya bukan melarang mereka tapi malah suruh mereka kerja cari uang, miris skli saya kenal anak-anak itu. Harusnya mereka belajar di rumah, bermain sama teman-teman," ujarnya dengan emoji sedih.

Akun Dangeubun Tingkey setuju dengan pendapat bahwa aktivitas anak-anak tersebut diketahui oleh orang tua mereka. "Anak "mau buat segala sesuatu pasti ada dukungan dari Orang Tua …. Dan klo anak sda lakukan pasti Orang tuaNya tidak tau diri karena apa shu tau umur mereka pastinya ada di bangku pendidikan dan kegiatan yang mereka lakukan pastinya belajar dan bermain. Bukan mau cari uang," ujarnya.

Dugaan adanya peran orang tua yang mendorong anak-anak tersebut bekerja menawarkan jasa tutup karton dikecam oleh akun Willem, yang menilai apa yang dilakukan orang tersebut sangat salah.

"Itu pendidikan yang salah dari orang tua karena hal itu kalau di biarkan anak2 pasti akan tidak mau sekolah karena pikir sdh punya penghasilan," tulisnya.

Akun Shary Mansoeben Kukuareyau mengungkapkan, meski memberikan sesuatu kepada anak-anak tersebut tidak salah namun jika bisa dihindari.

"Mereka bukan anak2 terlantar, mereka punya orang tua. saya pernah rangkul mereka dan tanyakan langsung. Memberi kepada mereka tdk salah, tapi secara tdk langsung kita sudah merusak mental mereka dan akan berimbas ke pendidikan, mereka pasti sdh tidak peduli dengan sekolah karena mereka berpikir sudah bisa mencari uang," tulisnya dengan emoji sedih.

Namun akun Leo Tipagau mengajak warga untuk tidak melihat atau menyalahkan orang tua anak-anak tersebut. Selain itu ia juga setuju jika dinas terkait dan Satpol PP mencari tahu sumber permasalahan ini.

"Se7 Skali e…ini harus di viralkan supaya Pemda dlm hal ini dinas terkait/petuga Pol PP harus segera usut Maslah"begini dn panggil orang"tuanya supaya jangan mempekerjakan anakx seprti begitu, itu namax orang tua tdk tau diri dn malas harusx anak dikasi sekolah keh..koq Mala di suru kerja," tulisnya.(mas)