Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Cuaca Ekstrim !!!, Dua Pesawat Mendarat Darurat

Pesawat Batik Air
Pesawat Batik AirFoto / NASIONAL
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Semarang, fajarpapua.com - Cuaca ekstrim yang melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia belakangan ini ikut mempengaruhi dunia penerbangan.

Hingga siang ini, dua pesawat terpaksa mendarat darurat. Sedangkan pesawat batik air Labuan Bajo tujuan Surabaya yang sedianya terbang pukul 14.25 WITA diinfokan batal lantaran cuaca buruk.

"Kami dapat SMS dari Taveloka katanya terbang ditunda besok," ungkap seorang penumpang Batik Air, Restituta kepada Fajar Papua Sabtu siang.

Restituta bersama 3 rekan mahasiswi lainnya terpaksa  bertahan di Labuan Bajo sambil menunggu pemberitahuan selanjutnya.

Sementara itu, dua pesawat terbang dari Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah dilaporkan mendarat darurat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali akibat cuaca buruk.

"Hari ini Bandara Adi Soemarmo menerima dua pengalihan penerbangan dari Bandara Ahmad Yani Semarang," kata General Manager (GM) Bandara Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan di Boyolali, Sabtu (30/1).

Ia mengatakan dua pesawat tersebut yaitu Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6362 tujuan Cengkareng-Semarang dan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 232 tujuan Cengkareng-Semarang.

Batik Air mendarat di Bandara Adi Soemarmo pada pukul 08.55 WIB dengan membawa penumpang sebanyak 78 orang, sedangkan Garuda Indonesia mendarat pada pukul 09.21 WIB dengan membawa penumpang sebanyak 35 orang.

Menurut dia, saat ini para penumpang dalam kondisi baik dan masih menunggu di dalam pesawat.

"Baik penumpang Batik Air maupun penumpang Garuda Indonesia masih menunggu di pesawat dan menunggu cuaca bagus di Bandara Ahmad Yani Semarang. Kondisi pesawat yang divert landing aman di Bandara Adi Soemarmo," katanya.

Pihaknya juga terus memantau pengaruh hujan debu vulkanik merapi dengan menggunakan metode observasi yang dilakukan setiap dua jam sekali.

"Sampai saat ini hasilnya negatif yang berarti Bandara Adi Soemarmo bebas dari debu vulkanik," katanya.(ant/boy)