Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Bikin Macet Jalan !!! Pungutan Portal Parkir Otomatis di Pasar Sentral Timika Harus Diawasi

Portal parkir otomatis
Portal parkir otomatisFoto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika,fajarpapua.com - Ujicoba portal parkir otomatis Pasar Sentral yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Kamis (28/1) menciptakan kemacetan jalan yang cukup panjang. Ujicoba berlangsung selama kurang lebih dua jam itu selain menimbulkan antrian panjang, juga sempat membuat gaduh.

Seperti yang disaksikan Fajar Papua, Kamis (28/1) akibat letak portal otomatis yang terlalu dekat dengan jalan utama Hasanuddin mengakibatkan kendaraan yang melintasi jalan Hasanuddin ikut macet akibat antrian kendaraan yang hendak melewati portal parkir.

"Tidak efektif, terlalu dekat dengan jalan. Coba ke dalam lagi bagus supaya kendaraan keluar masuk lancar dan tidak mengganggu kendaraan yang melintasi Jalan Hasanuddin," ungkap Sekretaris Komisi B DPRD Mimika, Tanzil Ashary saat dikonfirmasi Fajar Papua.

Dia mengemukakan, mengingat portal otomatis menggunakan teknologi canggih, perlu ada pelatihan bagi petugas agar kinerja lebih maksimal.

"Tadi macet selain faktor terlalu dekat dengan jalan, SDM petugas juga perlu dibenahi. Saya lihat proyek ini terlalu terburu-buru. Harus diujicoba matang baru diresmikan," ujarnya.

Selain itu, hal yang terpenting menurut Tanzil, pungutan dari kendaraan harus diawasi pihak ketiga.

"Walaupun pajak parkir motor hanya Rp 1000 dan kendaraan Rp 2000 tapi mengingat ada ribuan kendaraan yang lalu lintas setiap harinya membuat pungutan sangat besar. Ini potensi PAD, harus diawasi pihak ketiga supaya tidak ada penyelewengan," tegasnya.

Menurut dia, pajak dan retribusi berbeda. Sehingga dalam pungutan perlu dibedakan, jangan sampai pajak dan retribusi dicampuradukan.

Hans Mansetus, pengendara Avanza saat berada di lokasi Pasar Sentral mengaku kesal dengan lambannya petugas serta kemacetan yang ditimbulkan. "Bahaya kalau begini terus, bisa-bisa gaduh," ujarnya.

Seperti yang disaksikan wartawan, ujicoba portal tersebut sempat membuat gaduh. Sejumlah pengendara nampak berteriak akibat kelamaan menunggu kendaraan lewat.

Diketahui, portal yang telah terpasang sejak awal Januari 2021 lalu itu dipasang pada pintu masuk terdiri dari satu lajur untuk mobil dan dua lajur untuk kendaraan roda dua.

Sejumlah petugas terlihat sibuk mempersiapkan portal yang pembangunannya menghabiskan dana sekitar Rp 600 juta tersebut. Selain portal otomatis, juga dilengkapi dengan atap serta fasilitas untuk petugas keamanan pasar.(tim)