Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Anggota TNI Jatuh ke Sungai di Tsinga, Upaya Pencariannya Dihentikan, Alasan Sulit !!!

Dandim
DandimFoto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Upaya pencarian seorang prajurit TNI yang jatuh ke sungai di Tsinga, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua pada Selasa (12/1) lalu akhirnya dihentikan. Hingga akhir pencarian, nasib Pratu Kurniawan tidak diketahui.

Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya ketika dikonfirmasi wartawan di Resto Cenderawasih 66 mengatakan penghentian pencarian prajurit itu diputuskan saat Komandan Yonif 756/WMS mengunjungi Pos Satgas Pamrahwan Tsinga, tempat Pratu Kurniawan bertugas, beberapa hari lalu.

"Saya terima laporan bahwa proses pencarian dihentikan karena terkendala kondisi medan yang sulit dan tidak mudah untuk ditelusuri lewat jalur sungai. Berbagai upaya sudah dilakukan, salah satunya menggunakan drone, tapi juga tidak menuai hasil," kata Letkol Yoga, Rabu (27/1).

Laporan dari prajurit yang bertugas di lapangan, demikian Letkol Yoga, alur sungai yang melintasi Kampung Tsinga itu turun ke Kampung Benangin dan selanjutnya hingga ke wilayah dataran rendah Mimika dan bermuara di Sungai Inauga.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan masyarakat yang ada di sekitaran Sungai Inauga untuk memberitahukan kepada kami jika menemukan anggota kami yang terbawa arus sungai," ujar Letkol Yoga.

Adapun saat terjatuh ke sungai di kawasan Kampung Tsinga beberapa waktu lalu, Pratu Kurniawan diketahui tidak membawa serta senjata api.

"Informasi dari anggota kami, senjatanya aman, sudah didapatkan. Sementara yang kejadian pertama bulan November di Utikini Lama, Tembagapura itu sampai sekarang belum ada informasinya," kata Letkol Yoga.

Pratu Kurniawan diketahui bergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan yang bertugas di Pos Satgas Yonif 756/WMS di Kampung Tsinga.

Pada Selasa (12/1) siang, Pratu Kurniawan bersama rekan-rekannya melaksanakan patroli rutin di sekitar kampung yang berada di wilayah dataran tinggi Mimika, arah timur Kota Tembagapura.

Saat melewati sebuah jembatan kayu, Pratu Kurniawan dilaporkan terpeleset karena licin dan akhirnya jatuh ke sungai.

"Dia jatuh dari jembatan ke sungai karena licin. Dia sempat berupaya memegang tali rotan, namun akhirnya jatuh ke sungai. Sempat berupaya berenang, tapi karena arus sungai deras akhirnya tenggelam dan terbawa arus sungai," jelas Letkol Yoga.

Sebelumnya pada 17 November 2020, Prada Hengky Sumarlin Zai yang juga merupakan anggota Yonif 756/WMS juga dinyatakan hilang di Kali Kabur, dekat Utikini Lama, Banti, Tembagapura.

Saat itu Prada Hengky bersama rekan-rekannya juga tengah melaksanakan patroli rutin di sekitar pos Kampung Banti, tempat mereka bertugas melakukan pengamanan.(ant/red)