Timika, fajarpapua.com
Tim relawan Baznas Kabupaten Mimika, Senin siang, bakal kembali mendatangi lokasi bencana banjir di Kilometer 12, PT PAL, Jalan Trans Nabire.
Yang disayangkan, Pemda Mimika tidak memperhatikan kebutuhan lembaga relawan yang selalu berjibaku dalam tugas kemanusiaan itu.
"Sebentar jam 2 siang kami rencana turun ke lokasi, karena dari BPBD Pemda saja tidak bisa tembus ke sana, jalan putus dan masih banjir," ungkap Komandan Baznas Timika, Arie Agung dikonfirmasi Fajar Papua, Senin siang.
Ia mengaku Senin pagi harus bekerja mencari nafkah sebab selama ini mereka tidak pernah mendapat perhatian pemerintah daerah Mimika.
"Bukannya kami mengeluh, ini sudah kewajiban kami. Tapi paling tidak Pemda bisa perhatikan kami supaya keadaan begini kami tidak kesulitan," ungkap Arie yang mengaku sedang melatih siswa belajar mengemudi.
Dikatakan, contoh ketidakpedulian Pemda Mimika, tiga bulan menjalani tugas tugas PAM Covid 19 bersama BPBD, Baznas tidak mendapat support dana satu rupiahpun.
"Sekali lagi kami tidak mengeluh, tapi sebagai manusia, tentu kami juga butuh dana operasional supaya bisa terjun ketika ada bencana seperti sekarang," tuturnya.
Jalan Putus, Nasib Kampung Iwaka yang Dilanda Banjir Belum Diketahui
Sementara itu, hingga Senin (27/7) siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika belum mencapai lokasi bencana di PT PAL Kilometer 12 Iwaka Kabupaten Mimika yang pada Minggu (26/7) dihantam banjir bandang. Keadaan demikian disebabkan akses jalan ke lokasi tersebut putus total.
"Kami belum bisa akses ke sana, siang ini tim kembali ke lokasi, mudah-mudahan banjir sudah redah. Karena sampai tadi malam jalan yang putus sampai ratusan meter dengan ketinggian banjir 1 meter lebih," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Yosias Losu ketika dikonfirmasi Fajar Papua, Senin.
Ia mengatakan, saat ini satu unit truk yang digunakan crew BPBD ke lokasi bencana dalam kondisi rusak.
"Truk yang kita punya hanya satu unit itupun lagi diperbaiki di bengkel. Mudah-mudahan siang bisa digunakan supaya tim reaksi cepat bisa ke lokasi bencana," ungkapnya.
Yosias tidak bisa memastikan kondisi warga lantaran akses masih terputus total. Tim berencana membawa tali jika masih terjadi banjir akan dilakukan upaya penyeberangan menggunakan bantuan tali.
"Sampai tadi malam banjir deras. Kalau siang ini masih hujan bisa jadi belum bisa lewat," tandasnya.
Dikemukakan, yang menjadi kendala saat ini pos anggaran bencana BPBD sudah habis. Pihaknya baru mengusulkan di anggaran perubahan.
"Dana kita habis. Tapi untuk bantuan makanan dan pakaian kami akan cari jalan," tukasnya.(boy)

