Jayapura, fajarpapua.com- Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa Ermawati berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura, agar pelaksanaan Festival Danau Sentani tidak hanya bentuk seremonial saja, tetapi harus memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.
“Pelaksanaan Festival Danau Sentani ini hadir harus bisa memberikan manfaat pada masyarakat baik secara ekonomi maupun secara sosial kepada masyarakat kita. Kemudian bermanfaat yang baik bagi masyarakat dan juga bagi pelaku penjaga budaya, dan seni yang ada di daerah ini,”ujar Wamenpar Ermawati saat membuka Festival Danau Sentani, Kamis (3/9/2026).
Oleh karena itu, Menteri Pariwisata mendorong agar FDS itu tidak berdiri sendiri dan tidak sekedar serimonial tetapi satu aktivitas yang melibatkan semua, dan masyarakat bisa hadir tidak hanya sebagai penonton, namun juga sebagai pelaku.
“Masyarakat hadir di FDS ini untuk menunjukkan bahwa budaya yang ditampilkan itu benar-benar menjadi milik mereka dan penerima manfaat karena mereka penjaganya. Ini menjadi tantangan bersama bagi kita, namun jika kepala daerah bersatunya dengan tokoh adat, pemilik hak ulayat akan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,”katanya.
Menurut Ermawati bahwa Kementerian Pariwisata telah menghadirkan karisma ivent pariwisata nusantara. Dari ribuan ivent yang ada di seluruh Indonesia, tahun kami kolaborasi 125 ivent.
“Kami ucapkan selamat kepala Pemerintahan Kabupaten Jayapura karena FDS kembali masuk dalam karisma ivent nusantara,”ucap Wamenpar.
Ia mengatakan pelaksanaan festival itu hanya ada selesai begitu saja, tetapi harus ada indikator yang menentukan yang bisa dimasukkan dalam yaitu melibatkan UMKM.
“Jadi kami ingin setiap kegiatan festival masyarakat yang ada di lokasi adalah pelakunya dan mereka harus mendapatkan manfaatnya. Kami juga ingin memastikan bahwa festival yang masuk dalam ivent nusantara benar-benar melibatkan pelaku seni budaya di daerah tersebut, tidak boleh dari luar. Kami ingin perputaran ekonomi di lokasi kegiatan berjalan,”bebernya.
Ia menyampaikan, pada tahun 2025 lalu, Kementerian Pariwisata telah akurasi 110 ivent nusantara dan menghadirkan perputaran ekonomi sekitar Rp17 triliun rupiah. Dan ekonomi langsung yang dihadirkan kepada masyarakat sekitar Rp5 triliun hingga Rp7 triliun.
Ia mengatakan, pihaknya tahun menargetkan ada 13 juta lebih kunjungan pada 125 karisma ivent nusantara dan perputaran ekonomi ekonominya ditargetkan Rp21,57 triliun.
Pada kegiatan FDS ini ada 300 UMKM yang dilibatkan dan tentu ini sangat berdampak bagi ekonomi masyarakat setempat. Dalam setiap festival ada yang diharapkan dalam budaya tersebut, sehingga semua pelaku budaya lokal hidup.
“Festival Danau Sentani ini diharapkan kedepan bisa beriringan dengan festival lainya yang ada di Papua. Dalam festival ini juga perlu melibatkan masyarakat setempat dalam mengelola semua kegiatan seperti budaya, workshop, masak papeda dan membuat noken ke depan,” ungkapnya.(hsb).









