Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Fenomena Langka Matahari Tepat di Atas Ka'bah Saat Hari Arafah

Fenomena Langka Matahari Tepat di Atas Ka'bah Saat Hari Arafah
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Jakarta, Fajar Papua – Fenomena langka yang hanya terjadi dua kali setiap tahun akan menyapa umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Mekkah. Pada 26 Mei 2023, bertepatan dengan Hari Arafah, posisi matahari akan tepat berada di atas Ka'bah, sebuah kejadian astronomi yang langka dan penuh makna spiritual.

Menurut pengamatan astronomi, saat puncak fenomena ini terjadi, tidak akan ada bayangan yang terbentuk di atas Ka'bah karena posisi matahari berada tepat di garis lurus di atasnya. Fenomena ini terjadi karena letak geografis Mekkah di garis lintang 21,4 derajat utara, yang menyebabkan matahari muncul sejajar di atas Ka'bah dua kali setiap tahun.

Peristiwa serupa terakhir terjadi pada 20 Juli 2023, dan diperkirakan akan kembali terjadi pada Hari Arafah tahun 2026. Fenomena ini juga pernah terjadi kembali pada 1993 dan akan berulang lagi, menunjukkan siklus astronomi yang dipengaruhi oleh perbedaan kalender lunar Hijriah dan kalender Gregorian. Para astronom menjelaskan bahwa siklus ini memerlukan waktu sekitar 33 tahun untuk kembali selaras.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menegaskan bahwa fenomena ini merupakan kejadian astronomi yang berulang dan tidak secara langsung mempengaruhi suhu atau iklim. Mereka menambahkan bahwa faktor iklim seperti kelembapan, awan, kecepatan angin, dan massa udara juga turut berperan dalam dinamika suhu di wilayah tersebut. Para ahli menegaskan bahwa klaim tentang perubahan suhu akibat fenomena ini perlu dikaji secara ilmiah dan tidak semata-mata terkait posisi matahari.

Fenomena Langka Matahari Tepat di Atas Ka'bah Saat Hari Arafah | Fajar Papua