Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Putin Kunjungi China Usai Perjalanan Trump, Tingkatkan Kerjasama Bilateral

images (21)
images (21)Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke China pada 19-20 Mei 2023, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Kunjungan ini dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mengunjungi Beijing pada 13-15 Mei 2023, menandai momentum penting dalam dinamika geopolitik regional dan global.

Dalam pernyataan resmi dari Kremlin, kunjungan Putin ke China dilakukan atas undangan Presiden Xi Jinping dan bertepatan dengan peringatan 25 tahun penandatanganan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama yang menjadi dasar hubungan kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin akan membahas berbagai isu, termasuk memperkokoh kemitraan strategis dan kerja sama ekonomi serta memperluas dialog tentang isu-isu internasional dan regional yang sedang berkembang.

Selain agenda bilateral, Putin dan Xi juga akan menghadiri peluncuran Tahun Pendidikan Rusia-China untuk tahun ajaran 2026-2027 dan menandatangani sejumlah perjanjian penting, baik perjanjian pemerintah maupun antar departemen. Kunjungan ini menandai langkah strategis dalam mempererat hubungan kedua negara di tengah dinamika geopolitik global yang sedang berkembang.

Di tengah kunjungan Putin, perhatian juga tertuju pada pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing, yang membahas berbagai isu, termasuk ketegangan di Selat Hormuz dan situasi Taiwan. Trump menegaskan bahwa ia tidak ingin adanya deklarasi kemerdekaan Taiwan dan menolak terjadinya konflik di kawasan tersebut, yang menunjukkan kompleksitas hubungan Amerika Serikat, China, dan Taiwan yang terus memanas. Ketegangan ini menambah warna dalam peta diplomasi Asia Pasifik yang sedang dinamis dan penuh tantangan.